Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dunia Medis Berduka, Dokter Magang Di Jambi Wafat Saat Tugas
Aji Muhaharman: Investigasi Dilakukan Secara Komprehensif
Kamis, 7 Mei 2026 07:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dunia medis sedang berduka. Seorang dokter internship atau magang, Myta Aprilia Azmy (25 tahun), yang tengah bertugas di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi, wafat saat menjalankan tugas.
Dokter muda ini mengembuskan napas terakhir pada Jumat (1/5/2026) di RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan. Sejumlah informasi yang beredar di publik menyebutkan adanya dugaan beban kerja berlebihan yang dialami almarhumah selama bertugas.
Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) turut menyoroti hal ini. Dalam surat yang ditujukan kepada Kementerian Kesehatan, IKA FK Unsri menyampaikan bahwa Myta telah melaporkan kondisi kesehatan yang menurun sejak Maret 2026.
Baca juga : DPR Harap Lulusan LPDP Pulang Bangun Bangsa
“Myta telah melaporkan gejala sakit, namun tetap dijadwalkan jaga malam dalam kondisi sesak napas dan demam tinggi,” demikian kutipan dalam surat tersebut.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah melakukan investigasi terkait kasus tersebut. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhaharman, mengatakan bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan penelusuran secara menyeluruh.
“Hasil investigasi ini akan menjadi dasar penguatan sistem, termasuk evaluasi nasional terhadap screening kesehatan dan monitoring peserta,” kata Aji.
Baca juga : CKG Jangkau 100 Juta Warga, Sekolah Rakyat Kian Bertambah
Ia menambahkan, investigasi dilakukan secara komprehensif dengan menelusuri berbagai aspek, mulai dari pelayanan medis, tata kelola wahana internship, beban kerja, hingga proses skrining kesehatan sebelum penempatan.
Kemenkes tidak akan berspekulasi mengenai penyebab kematian sebelum hasil investigasi selesai. Jika ditemukan adanya pelanggaran atau kelalaian, Pemerintah akan mengambil langkah tegas, termasuk kemungkinan pembekuan sementara wahana internship terkait.
Presiden Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi–Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (FSP FARKES R–KSPI) Idris Idham menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa ini. Ia menilai, kasus ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem kerja tenaga kesehatan.
Baca juga : Sumsel Antisipasi Karhutla, Nasional Dihidupkan
“Kami mendesak evaluasi menyeluruh terhadap sistem kerja tenaga kesehatan, khususnya bagi dokter internship dan tenaga medis muda,” ujarnya.
Menurut Idris, tenaga kesehatan selama ini bekerja di bawah tekanan pelayanan yang tinggi. Namun, belum sepenuhnya mendapatkan perlindungan kerja yang memadai. Ia menegaskan, aspek keselamatan dan kesehatan kerja harus menjadi prioritas.
Untuk mengetahui lebih lengkap penjelasan Aji Muhaharman terkait kepergian dokter Myta, berikut wawancaranya.”
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya