BREAKING NEWS
 

Aysylla, Jemaah Belia Asal Malang, Ujian Sekolah Sambil Berhaji

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Sabtu, 9 Mei 2026 07:20 WIB
Aysylla Naila Sari, jemaah haji berusia 15 tahun. (Foto: MCH 2026)

RM.id  Rakyat Merdeka - Laporan Wartawan Rakyat Merdeka Muhammad Rusmadi Dari Media Center Haji, Makkah

Di tengah padatnya rangkaian ibadah haji, Aysylla Naila Sari masih harus menuntaskan kewajiban lain sebagai pelajar. Remaja berusia 15 tahun asal Kabupaten Malang itu menjalani ujian akhir sekolah secara daring saat berada di Madinah, Arab Saudi. 

Siswi kelas 9 MTsN 1 Kota Malang tersebut kini telah tiba di Makkah setelah menjalani masa tinggal selama sepekan di Madinah bersama rombongan haji Embarkasi Surabaya Kloter 16. 

Saat ditemui di Hotel Marjan Al Salam, wilayah Syisah, Makkah, Aysylla mengaku lega karena berhasil menyelesaikan ujian sekolahnya di sela perjalanan ibadah haji. 

Baca juga : Ubaid Matraji: Kami Lihat, Aturan Ini Menjadi Bom Waktu

“Selama di Madinah saya fokus membagi waktu untuk ujian online karena jadwalnya bersamaan dengan keberangkatan haji tahun ini,” kata Aysylla. 

Selama lima hari berturut-turut, dia mengerjakan 12 mata pelajaran menggunakan telepon genggam melalui aplikasi Computer Based Test (CBT). Ujian tersebut dijalani dari kamar hotel tempatnya menginap di Madinah. 

Meski berada jauh dari sekolah, pihak MTsN 1 Kota Malang tetap memberikan kesempatan kepada Aysylla untuk mengikuti ujian. Sekolah bahkan menyesuaikan jadwal agar dia tetap dapat menyelesaikan proses kelulusan.

Adsense

Aysylla mengaku sempat bingung ketika menerima kabar keberangkatan hajinya pada akhir 2025. Saat itu, jadwal keberangkatan bertepatan dengan masa ujian akhir sekolah. 

Baca juga : Satriwan Salim: Beri Kepastian Status Dan Penggajian Guru Non-ASN

Namun, dia akhirnya memutuskan tetap berangkat memenuhi panggilan berhaji sambil mencari solusi bersama pihak sekolah. Keputusan itu pun mendapat dukungan penuh dari keluarga dan guru. 

Perjalanan Aysylla menuju Tanah Suci juga sempat diwarnai kendala. Pesawat Saudi Arabian Airlines yang ditumpanginya harus melakukan pendaratan darurat di Bandara Kualanamu, Medan. 

Akibat insiden tersebut, masa tinggal rombongan di Madinah berkurang menjadi tujuh hari dari rencana semula sembilan hari. Kondisi itu membuat Aysylla harus semakin disiplin membagi waktu antara ibadah dan ujian sekolah. 

Meski demikian, dia tetap menyempatkan diri beribadah di Masjid Nabawi dan berziarah ke Raudhah setelah mendapatkan izin melalui aplikasi Nusuk. 

Baca juga : DPR: Perketat Pintu Masuk, Perkuat Fasilitas Kesehatan

Keberangkatan Aysylla berhaji di usia muda tidak lepas dari keputusan kedua orang tuanya yang telah mendaftarkannya sejak 2012. Saat itu, Aysylla masih berusia sekitar 1 tahun 8 bulan. 

Ayahnya yang bekerja sebagai nelayan di pesisir selatan Kabupaten Malang sengaja mendaftarkan anak-anaknya sejak dini agar dapat menunaikan ibadah haji saat usia masih muda dan kondisi fisik masih kuat. 

Kini, setelah menunggu hampir 14 tahun, Aysylla menjadi salah satu jemaah haji termuda asal Kabupaten Malang yang berhasil menapakkan kaki di Tanah Suci. 

Bagi Aysylla, perjalanan haji kali ini bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga bentuk penghormatan atas perjuangan orang tuanya. Dia membuktikan bahwa usia muda bukan halangan untuk menuntaskan pendidikan sekaligus memenuhi panggilan ibadah ke Baitullah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense