BREAKING NEWS
 

FSAI Kembali Digelar, Kisah Haru Anak Kanguru Jadi Film Pembuka

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 9 Mei 2026 08:26 WIB
Minister Counsellor Kedutaan Besar Australia di Indonesia Jonathan Gilbert (tengah belakang, berdasi) berfoto bersama para penonton film Kangaroo di CGV Pacific Place, Jakarta, Kamis (7/5/2026). (Foto: Diananda Rahmasari/Rakyat Merdeka/RM.id).

RM.id  Rakyat Merdeka - Film penyelamatan Joey, anak kanguru yang kehilangan orangtuanya, membuka gelaran Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2026.

Film Kangaroo yang dirilis pada 2025 ini berhasil menyentuh hati para penonton yang menghadiri pembukaan FSAI di CGV Pacific Place, Jakarta, Kamis (7/5/2026). Film berdurasi 107 menit ini terinspirasi dari kisah nyata Chris ‘Brolga’ Barns, pendiri The Kangaroo Sanctuary.

Latar alam asri Australia menjadi elemen penting yang memperkuat cerita. Hamparan lanskap yang luas dan liar memanjakan mata penonton. Tak heran jika Kangaroo dipilih sebagai film pembuka FSAI 2026. Selain kuat secara cerita,filminijugamenyampaikan pesan universal tentang hubungan manusia dengan alam.

Baca juga : Persita Tumbang di Samarinda, Carlos Pena: Kartu Merah Jadi Titik Balik

Selain Kangaroo, para pecinta film di Indonesia bisa menikmati sejumlah film pilihan. FSAI 2026 menampilkan lima film Australia (Kangaroo, 200% Wolf, Force of Nature: The Dry 2, Dangerous Animals dan Beyond the Reef).

Ada juga film pilihan Indonesia (Jumbo, Rangga & Cinta) dan empat film pendek (Fotome, Tilas a.k.a Star Crossed Lovers, Little Rebels Cinema Club dan Bulan di Tepian Surga).

Adsense

Minister Counsellor Kedutaan Besar Australia di Indonesia Jonathan Gilbert yang membuka FSAI 2026, mengaku bangga FSAI bisa bertahan hingga lebih dari 10 tahun.

Baca juga : Kualitas dan Bahan Baku Susu Jadi Faktor Penting Memilih Produk

“Sejak awal, FSAI bertujuan untuk berbagi cerita, sekaligus memperkuat hubungan kreatif antara Indonesia-Australia. Semangat tersebut kini terasa semakin kuat dari sebelumnya. Festival ini pertama kali diluncurkan di Jakarta pada 2016 sebagai sebuah festival kecil,” un­gkap Gilbert di CGV Pacific Place, Kamis (7/5/2026).

Tahun ini, lanjutnya, merupakan gelaran perdana Screen on the Green. “Ini memberikan pengalaman menonton film di ruang terbuka di Kebun Raya Bogor, serta pengalaman baru kepada penonton untuk menikmati film dengan suasana taman yang indah,” terangnya.

Selain di Jakarta, FSAI 2026 yang diadakan pada 8-23 Mei ini juga digelar di Manado (Sulawesi Utara), Makassar (Sulawesi Selatam), Banjarmasin (Kalimantan Tengah), Semarang (Jawa Tengah), Medan (Sumatera Utara), Surabaya (Jawa Timur), Bogor (Jawa Barat), Yogyakarta, Kupang (Nusa Tenggara Timur) dan Mataram (Nusa Tenggara Barat).

Baca juga : ArtSwara Kembali Gelar “Mar”, Musikal Cinta Kenang Karya Ismail Marzuki

Tidak hanya memutar film, FSAI juga menjadi ruang belajar bagi para pegiat industri kreatif melalui serangkaian masterclass) tentang sinematografi dan produksi film dokumenter.

Program ini akan dipandu sejumlah pakar film Australia, di antaranya Andrew Commis, si­nematografer film The Force of Nature: The Dry 2 yang turut diputar dalam festival, serta Associate Professor Michelle Johnston dari Curtin University. Info selengkapnya dapat diakses di situs fsai.id.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense