Dark/Light Mode

74 Tahun Pelni, Komisaris Ajak Jajaran Refleksi Perbaiki Layanan

Selasa, 28 April 2026 14:14 WIB
Komisaris Independen Pelni, Sosialisman Hidayat Hasibuan. Foto: Pelni
Komisaris Independen Pelni, Sosialisman Hidayat Hasibuan. Foto: Pelni

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) genap berusia 74 tahun pada Selasa (28/4/2026). Momentum hari jadi ini dimanfaatkan manajemen untuk melakukan refleksi menyeluruh, terutama terkait peningkatan keselamatan dan keandalan layanan pelayaran.

Komisaris Independen Pelni, Sosialisman Hidayat Hasibuan mengingatkan seluruh jajaran agar tidak menjadikan peringatan ulang tahun sekadar seremoni.

Ia menilai, dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah insiden kapal menjadi peringatan serius yang harus segera dibenahi secara mendasar.

“Dalam waktu yang tidak panjang, kita sudah mencatat 10 kejadian kecelakaan dan gangguan serius kapal. Ini bukan lagi kumpulan kejadian biasa, melainkan peringatan keras bagi kita semua,” kata Sosialisman.

Ia merinci, sejak Juni 2024 hingga April 2026, sedikitnya 10 insiden melibatkan kapal Pelni. Di antaranya kebakaran KM Umsini di Makassar (Juni 2024), KM Tilongkabila menabrak karang di Selat Buton (Juli 2025), hingga tenggelamnya KM Gandha Nusantara 17 di perairan Ternate (Maret 2026).

Baca juga : Telkomsel Ajak Masyarakat Wujudkan Aksi Nyata Jaga Lingkungan

Selain itu, terdapat sejumlah gangguan teknis seperti pemadaman listrik di KM Tatamailau di Timika serta kerusakan mesin dan insiden kandas pada beberapa kapal lainnya.

Menurut Sosialisman, publik tidak lagi hanya melihat insiden tersebut sebagai musibah, melainkan mulai mempertanyakan efektivitas pembenahan yang dilakukan perusahaan.

“Kalau kejadian yang mirip terus berulang, akan muncul pertanyaan lebih berat: apakah kita terlambat membenahi atau langkah perbaikannya belum menyentuh masalah utama,” ucapnya.

Secara internal, Pelni dinilai telah memiliki berbagai program dan target keselamatan, termasuk target zero accident. Pada 2026, perusahaan juga menyiapkan 22 program strategis dengan alokasi investasi sekitar Rp 1,5 triliun.

Mencakup pemeriksaan kapal sebelum docking, pembenahan alat keselamatan, hingga perbaikan sistem operasi. Namun demikian, Sosialisman menegaskan ukuran keberhasilan tidak terletak pada program, melainkan hasil nyata di lapangan.

Baca juga : Di Rakorwil Lampung, Kaesang Ajak Kader PSI Kolaborasi dengan Partai Lain

"Yang dinilai publik itu sederhana, kapalnya aman atau tidak, andal atau tidak, dan gangguannya berulang atau tidak,” jelasnya.

Dka juga menyoroti sejumlah kendala dalam proses perawatan kapal. Sosialisman mencontohkan keterbatasan fasilitas perbaikan, keterlambatan pasokan material, hingga perubahan pekerjaan di tengah proses yang berdampak pada mundurnya jadwal.

Dari sisi suku cadang, risiko keterlambatan bahkan mencapai sekitar Rp 110 miliar dari total anggaran Rp 298 miliar pada 2026 Kondisi tersebut berdampak langsung pada kesiapan armada. Pada Januari 2026, tercatat sejumlah kapal tidak beroperasi akibat perbaikan, docking, maupun gangguan teknis.

Di sisi lain, Pelni memegang peran strategis sebagai operator pelayaran penugasan negara. Pada 2026, perusahaan mengoperasikan 85 kapal, dengan 84 kapal melayani trayek penugasan publik yang didukung anggaran PSO dan subsidi sekitar Rp 3,82 triliun.

“Pemerintah memberi kepercayaan besar, dan masyarakat juga bergantung pada layanan Pelni. Kalau kapal sering bermasalah, yang terdampak bukan hanya operasi, tapi juga kepercayaan publik,” beber Sosialisman.

Baca juga : Cegah Penyakit, Kemenkes Wajibkan Label Gizi Pada Makanan Siap Saji

Karena itu, ia mendorong agar peringatan HUT ke-74 menjadi momentum koreksi menyeluruh. Mulai dari evaluasi sistem perawatan kapal, efektivitas penggunaan anggaran, hingga ketepatan penanganan setiap insiden.

“Jangan sampai kita kuat di rencana, tapi lemah di hasil. Jangan sibuk membahas program, tetapi kejadian yang sama terus berulang,” sebutnya.

Sosialisman menegaskan, tolok ukur keberhasilan Pelni harus jelas dan sederhana. Yakni memastikan kapal aman, andal, serta bebas dari pengulangan masalah yang sama. “Itu yang harus kita pegang bersama,” pungkas Sosialisman.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.