BREAKING NEWS
 

9 Mei Menyambut Peringatan ke-81, Kemenangan dalam Perang Patriotik Raya

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 9 Mei 2026 11:38 WIB
Dari kiri, Duta Besar Belarus untuk Indonesia Raman Ramanouski Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov, , Dubes Kazahstan Serzhan Abdykarimov, Dubes Uzbekistan Oybek Eshonov.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pada 9 Mei 2026, kita memperingati hari jadi ke-81 Kemenangan rakyat Uni Soviet atas Nazisme. Hari yang dikenal seluruh warga yang pernah menjadi bagian Uni Soviet, yang mana para leluhurnya telah melalui perang berdarah yang berlangsung selama 1.418 hari dan merenggut lebih dari 27 juta jiwa.

Selama tahun-tahun perang, lebih dari 1.700 kota dan permukiman, 30 ribu pabrik, serta 80 ribu sekolah hancur.

Pada 22 Juni 1941, Nazi Jerman beserta sekutunya melancarkan serangan di seluruh perbatasan barat Uni Soviet. Rencana operasi “Barbarossa” mengandalkan asumsi bahwa serangan mendadak dan dilangsungkan secara kejam akan memecah belah negara tersebut. Namun sejak hari pertama serangan dijalankan, tampak jelas bahwa rencana itu telah gagal.

Melawan mesin perang Nazis yang sangat kuat, kekuatan besar masyarakat Uni Soviet bangkit dan bersatu dalam tekad untuk melindungi tanah airnya, menghancurkan musuh dan mengembalikan kembali kehidupan damainya. Persahabatan antar suku bangsa serta saling membantu di antara mereka menjadi sebuah benteng yang benar-benar tak tergoyahkan bagi musuh.

Sepanjang perang berlangsung, baik dalam pertempuran besar yang menentukan maupun dalam mempertahankan setiap jengkal tanah airnya, kita melihat contoh nyata cerminan persatuan tersebut. Bangsa-bangsa Uni Soviet berdiri bahu-membahu membela negara, mendekatkan kemenangan melalui kehendak bersama, keberanian dan bekerja tanpa pamrih.

Di wilayah negara-negara kami, mungkin tidak ada satu keluarga pun yang luput dari dampak perang ini. Ada yang maju ke medan perang, ada yang bekerja di garis belakang untuk mendukung mereka yang di medan perang.

Baca juga : Direksi Pertamina Patra Niaga Raih Satyalancana Pembangunan dari Pemerintah RI

 Ada di antara mereka yang hidup dan kehilangan nyawanya di daerah yang menjadi pendudukan, maupun yang tewas di kamp konsentrasi Nazi, serta ada yang dibawa paksa ke Jerman untuk dijadikan pekerja paksa. Kenangan tentang perang ini sampai sekarang tetap menjadi bagian penting dari kesadaran sejarah rakyat kami semua.

Kami dengan bangga menyatakan bahwa negara-negara yang tergabung dalam Global Selatan, termasuk Indonesia, menyadari sepenuhnya arti penting kemenangan dalam Perang Dunia II pada perjalanan sejarah mereka sendiri.

Berkat kemenangan melawan blok Poros, telah membuka gerbang kebebasan bagi banyak negara di Asia dan Afrika dari penjajahan (kolonialisme), sehingga mereka bisa memproklamasikan kemerdekaan dan kedaulatannya.

Pada saat yang sama, kami juga mencermati perkembangan yang ada dengan penuh keprihatinan mengenai berbagai upaya untuk meninjau kembali karakter dan hasil Perang Dunia II yang telah diakui secara internasional.

Pendekatan semacam ini memutarbalikkan kebenaran sejarah, mengikis nilai-nilai moral dan melunakkan sikap penolakan terhadap Nazisme, rasisme, dan xenofobia.

Adsense

Dalam konteks ini, upaya berkelanjutan untuk melestarikan memori sejarah, mencegah segala bentuk upaya pembenaran atas Nazisme, serta menghormati pengorbanan bangsa-bangsa yang memikul beban utama perang menjadi semakin krusial.

Baca juga : Gandeng MSM Mongolia, SSB Kembangkan Road Train Dukung Praktik Keberlanjutan

Itulah sebabnya sangat penting bahwa setiap tahun Majelis Umum PBB, dengan mayoritas besar suara negara-negara anggotanya, termasuk Indonesia, mengadopsi rancangan resolusi “Memerangi glorifikasi Nazisme, neo-Nazisme dan segala bentuk praktik lain yang berkontribusi terhadap eskalasi bentuk-bentuk modern rasisme, diskriminasi rasial, xenofobia dan intoleransi terkait.”

Kami akan terus membela kebenaran sejarah dan mengenang para korban perang. Tahun ini juga menandai peringatan 80 tahun berakhirnya Tribunal Nürnberg, di mana sejarah menjatuhkan vonis terhadap para penjahat perang.

Kami berkomitmen agar kejahatan Nazi dan para kaki tangannya terhadap warga Uni Soviet yang tidak mengenal batas waktu penuntutan agar diakui oleh komunitas internasional sebagai genosida terhadap rakyat Soviet.

Sikap penuh penghormatan terhadap sejarah dan kenangan akan Perang Patriotik Raya akan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat dan kenegaraan negara-negara kita. Hal ini membantu menjaga hubungan antargenerasi, memperkuat penghormatan terhadap jasa para pemenang, serta menentang segala bentuk upaya untuk melupakan atau memutarbalikkan kebenaran tentang perang.

Kenangan kepada mereka yang gugur dalam perjuangannya melawan musuh peradaban manusia akan selalu hidup selama kita masih memiliki hari besar kemenangan bangsa-bangsa, hari penyelamatan, hari pembebasan.

Itulah sebabnya, di mana pun kita berada, kita tetap merayakan Hari Kemenangan sebagai wujud syukur dan ungkapan terima kasih kepada mereka yang telah gugur maupun yang masih hidup.

Baca juga : Makkah Sambut Kedatangan Perdana Jemaah Haji Indonesia

Pengorbanan rakyat Uni Soviet bukanlah sekadar bagian dari masa lalu. Ini adalah pelajaran bagi masa depan yang tidak boleh dilupakan.

 

Tulisan oleh:  Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia Sergei Tolchenov bersama Duta Besar Belarus untuk Indonesia Raman Ramanouski, Duta Besar Republik Kazakhstan untuk Indonesia Serzhan Abdykarimov, dan Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Oybek Eshonov

 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense