BREAKING NEWS
 

Kazakhstan Angkat Kembali Kejayaan Golden Horde Lewat Simposium Internasional

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 22 Mei 2026 16:40 WIB
Simposium internasional mengenai sejarah dan peradaban stepa Eurasia di Astana, Kazakhstan, Selasa (19/5/2026). (Foto Kedubes Kazakhstan Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev membuka simposium internasional bertajuk “The Golden Horde as a Model of Steppe Civilization” di Astana, Kazakhstan, Selasa (19/5/2026).

Simposium tersebut mempertemukan para sejarawan, arkeolog, turkolog (ahli kajian Turkik), pakar studi Timur (oriental studies), ilmuwan politik, diplomat, perwakilan museum, serta organisasi internasional dari Eropa, Asia, Amerika Utara, dan Timur Tengah.

Acara yang dihadiri sekitar 350 delegasi dari 20 negara ini berfokus pada warisan sejarah, politik, ekonomi, dan budaya Golden Horde (Orda Emas), serta perannya dalam perkembangan peradaban Eurasia.

Orda Emas merupakan ulus (wilayah kekuasaan) yang muncul sebagai bagian dari pecahan Kekaisaran Mongol di bawah garis keturunan Jochi. Dengan wilayahnya yang membentang dari Eropa Timur hingga Asia Tengah.

Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev.

Dalam sambutannya, Presiden Tokayev menekankan pentingnya kajian sejarah yang objektif dan bebas dari intervensi politik, signifikansi peradaban Orda Emas, serta perlunya memperkuat kerja sama akademik internasional dalam mempelajari warisan bersama masyarakat stepa Eurasia.

Baca juga : Pemprov & Polda Metro Integrasikan Ribuan CCTV

Ia juga menyoroti upaya berkelanjutan Kazakhstan dalam melestarikan, memodernisasi, dan mempromosikan warisan sejarah dan intelektual Ulus Jochi melalui penelitian, pendidikan, inisiatif digital, dan kerja sama budaya internasional.

Menurut Tokayev, saat ini tidak ada sejarawan yang meragukan bahwa Orda Emas merupakan salah satu kekuatan politik terbesar pada masanya yang menguasai wilayah luas Stepa Eurasia.

“Ini adalah fakta sejarah. Kekaisaran tersebut menghubungkan Timur dan Barat serta memberikan pengaruh signifikan terhadap perkembangan berbagai peradaban. Ini adalah salah satu entitas politik terbesar dalam sejarah,” ujar Tokayev, dari keterangan Kedutaan Besar Kazakhstan, Rabu (20/5/2026), yang diterima RM.id.

Adsense

Ia menambahkan bahwa simposium ini menjadi salah satu pertemuan akademik terbesar yang didedikasikan untuk mengkaji Orda Emas dan perannya dalam membentuk peradaban serta identitas Eurasia.

Tokayev juga mengingatkan agar Orda Emas tidak semata-mata dipandang dari sudut penaklukan militer. Menurutnya, periode tersebut juga memiliki kontribusi besar dalam bidang intelektual, ekonomi, dan kelembagaan yang perlu mendapat perhatian lebih luas.

Baca juga : Gandeng Yayasan Al Azhar Syifa Budi, DADA Kembangkan Pendidikan Internasional

“Era Orda Emas memiliki kontribusi intelektual, ekonomi, dan kelembagaan yang layak mendapat perhatian lebih besar,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi pada United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Pasalnya, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) urusan pendidikan, ilmu Pengetahuan, dan kebudayaan itu telah mendukung upaya Kazakhstan dalam melestarikan dan mempromosikan warisan Stepa Eurasia.

“Orda Emas adalah milik seluruh umat manusia dan dapat menjadi landasan bagi dialog serta kerja sama antarbangsa,” kata Tokayev.

Dalam kesempatan itu, ia turut menyoroti warisan intelektual tokoh seperti Abu Nasr al-Farabi dan Khoja Ahmed Yasawi, yang pemikirannya berpengaruh besar terhadap tradisi budaya dan spiritual kawasan tersebut.

Tokayev juga menyinggung kemajuan sistem pemerintahan, tradisi hukum, diplomasi, jaringan perdagangan, serta sistem mata uang Orda Emas yang dinilai sangat maju pada masanya.

Baca juga : “Capping Day” dan Hari Perawat Internasional

Ia menegaskan bahwa sejarah seharusnya menjadi sarana pemersatu, bukan pemecah belah bangsa. Tokayev berharap forum ini dapat diselenggarakan secara berkala untuk memperkuat kerja sama internasional dalam penelitian sejarah dan warisan Orda Emas.

Dalam keterangan Kedutaan Besar Kazakhstan, simposium ini juga menandai awal dari platform penelitian global jangka panjang yang mempertemukan para akademisi dari berbagai negara untuk mengkaji Orda Emas.

Kazakhstan disebut bekerja sama dengan berbagai lembaga internasional, termasuk Arsip Apostolik Vatikan, Perpustakaan Vatikan, British Museum, serta Metropolitan Museum of Art di New York, untuk mengumpulkan koleksi manuskrip dan teks sejarah dari era Orda Emas. Selain itu, teknologi kecerdasan buatan (AI) juga digunakan untuk menerjemahkan teks berbahasa Chagatai, yang merupakan lingua franca historis di kawasan tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense