Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan
Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Sebagai Dewan Pembina Yayasan Kesehatan Fatma Sejahtera, saya menghadiri Pengucapan Janji dan Pemasangan Atribut bagi Mahasiswa Program Studi Diploma Tiga Keperawatan dan Sarjana Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fatmawati, pada Selasa, 5 Mei 2026.
Saya sampaikan tiga hal sehubungan Pengucapan Janji dan Pemasangan Atribut mahasiswa keperawatan ini, atau yang dikenal sebagai “capping day” karena pada mahasiswa dipakaikan topi perawat yang kita kenal sehari-hari.
Pertama, kegiatan “capping day” bukan hanya dilakukan di negara kita tetapi juga di berbagai negara lain. Saya contohkan yang dilakukan di Clinton Community College Nursing Department di Amerika Serikat dan Yantai Nurses School di Shandong China.
Baca juga : SIM Keliling Kabupaten Bogor Selasa 5 Mei, Hadir di Mall Cileungsi
Kedua, setidaknya ada tiga makna penting kegiatan “capping day” ini.
- Sebagai bentuk transisi antara kegiatan di kelas dengan kegiatan langsung di Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Artinya langsung bertemu pasien.
- Topi perawat punya arti pelayanan, kebersihan dan kekayaan kultur profesi keperawatan.
- Yang melakukan “capping day” pada Mei ini patut bersyukur karena waktunya bersamaan dengan Hari Perawat Internasional (Internasional Nurses Day) pada 12 Mei setiap tahunnya.
Ketiga, 12 Mei memang dipilih sebagai tanggal Hari Perawat Internasional karena merupakan hari lahir Florence Nightingale, pelopor perawat modern. Tema Hari Perawat Internasional tahun 2026 ini adalah "Our Nurses. Our Future. Empowered Nurses Save Lives".
Pengucapan Janji dan Pemasangan Atribut bagi Mahasiswa Program Studi Diploma Tiga Keperawatan dan Sarjana Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fatmawati.
Sedikitnya ada tiga hal yang dapat dikaji dari tema ini.
Baca juga : Meninggalnya Para Dokter Internship Kita
Pertama, dunia kini memang menghadapi banyak tantangan yang tentu mempengaruhi pelayanan keperawatan.
Kedua, walau menghadapi banyak tantangan maka perawat diseluruh dunia, setiap hari terus bekerja di lapangan untuk kesehatan individu dan masyarakat.
Ketiga, untuk dapat menjalankan profesinya dengan baik maka perawat harus terus diberdayakan. Antara lain dengan jaminan keamanan kerja, lingkungan kerja yang baik dan mendukung sehingga dapat menerapkan praktik keperawatan dengan lengkap, tentu dengan dedikasi tinggi, bersemangat, profesional dan penuh tanggung jawab.
Baca juga : Komisi IV Minta KKP Usut Tuntas Kabel Laut Ilegal
Prof. Tjandra Yoga Aditama
Petugas kesehatan sejak 1980 dengan pengalaman panjang mulai dari Puskesmas, Rumah Sakit, Universitas, Kementerian Kesehatan, dan WHO
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya