BREAKING NEWS
 

Nunggu Diteken Trump & Khamenei

AS & Iran Sepakat Buka Selat Hormuz

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : UJANG SUNDA
Selasa, 26 Mei 2026 07:40 WIB
Ilustrasi pembukaan Selat Hormuz menunggu ditandatangani Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tinggi Iran Mojtaba Khamenei. (Foto: AI/Gemini)

RM.id  Rakyat Merdeka - Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan damai. Salah satu poinnya yakni pembukaan Selat Hormuz. Kesepakatan kedua negara tinggal menunggu ditandatangani secara resmi oleh Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tinggi Iran Mojtaba Khamenei

Kabar kesepakatan itu dilaporkan oleh media terkemuka AS, New York Times (NYT), Senin (25/5/2026). NYT mengutip seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya. Pejabat itu menyatakan, kesepakatan tersebut tinggal menunggu persetujuan akhir Trump dan Mojtaba Khamenei.

"Proses penandatanganan ini memakan waktu beberapa hari," tulis laporan NYT. 

Kesepakatan ini terwujud atas komitmen Teheran memusnahkan uranium yang diperkaya tinggi. Masih menurut sumber pejabat AS tersebut, metode pemusnahan uranium tersebut dalam tahap negosiasi. Termasuk soal pasokan rudal Iran maupun moratorium pengayaan uranium, akan dirundingkan dalam putaran pembicaraan selanjutnya. 

Dalam laporan media AS lainnya, Fox News, seorang pejabat Washington menyatakan, AS mempertimbangkan pelonggaran sanksi jika Iran setuju membuat konsesi pasokan uranium yang diperkaya tinggi miliknya. "Rencana AS adalah menangani seluruh pasokan material yang diperkaya milik Iran," kata pejabat Washington tersebut. 

Baca juga : Berjuta Munajat Terpanjat Di Padang Arafah

Menurut pejabat Washington ini, Iran cukup serius mengakomodasi syarat AS. Hal ini belum pernah terlihat dalam negosiasi-negosiasi sebelumnya. Bahkan, AS memandang kesepakatan yang muncul soal nuklir kali ini lebih kuat ketimbang kesepakatan nuklir tahun 2015 yang dicapai era Presiden Barack Obama. 

Sebagai bagian dari kesepakatan ini, AS akan mencabut blokade terhadap kapal-kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) dan mitra-mitra Teluk akan berkoordinasi dalam memastikan jalur aman di Selat Hormuz. 

Dalam laporan ini disebutkan, Wakil Presiden AS JD Vance, Utusan AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff, dan penasihat serta menantu Trump, Jared Kushner, telah terlibat dalam pembicaraan tersebut. Washington juga melibatkan semua sekutu regional dalam proses tersebut. 

Adsense

Sementara itu, laporan media AS lainnya, Axios, menyebut, selain Selat Hormuz dan nuklir, kesepakatan yang berpotensi ditandatangani AS dan Iran memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Selama gencatan senjata itu, pasukan AS yang ditempatkan di kawasan akan tetap berada di tempatnya. Mereka baru akan ditarik jika kesepakatan akhir tercapai. 

Axios melaporkan, dalam draf nota kesepahaman, Iran akan membersihkan ranjau dari Selat Hormuz dan mengizinkan kapal-kapal lewat tanpa pungutan tol. Sebagai imbalannya, Teheran memungkinkam menjual minyak secara bebas selama periode 60 hari. 

Baca juga : Badiul Hadi: Belum Penting, Ada Potensi Pemborosan

Untuk keinginan Iran agar ada pelonggaran sanksi lainnya hingga pencairan dana, dalam laporan Axios, akan dibahas selama periode gencatan senjata. 

Kesepakatan juga menyinggung upaya mengakhiri perang antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon. Namun, Israel masih diizinkan melancarkan serangan jika Hizbullah mempersenjatai diri kembali atau melanjutkan perang. 

Menanggapi ini, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan kemungkinan kesepakatan kedua pihak kini 50:50. "Sangat dekat sekaligus sangat jauh dari tercapainya kesepakatan," kata Baghei. 

Sementara, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan, pihaknya tak mengambil keputusan tanpa persetujuan Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei. 

"Tidak ada keputusan di Republik Islam Iran yang akan diambil di luar kerangka Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) dan tanpa koordinasi serta izin dari Pemimpin (Tertinggi)," tegas Pezeshkian, saat berbicara dalam pertemuan dengan kepala dan manajer Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB), seperti dilansir Press TV, Senin (25/5/2026).

Baca juga : Sonny Pudjisasono: Tujuannya BantuPH Kecil Di Daerah

Presiden Trump mengaku telah memerintahkan para negosiator AS tidak terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. Dalam unggahan di Truth Socialnya, Trump menyatakan, pembicaraan dengan Iran berlangsung konstruktif. Namun kedua pihak harus meluangkan waktu sejenak agar hasilnya tepat. 

"Kini jauh lebih profesional dan produktif. Tapi tak lantas membuat delegasi AS perlu bertindak dengan tergesa. Waktu ada di pihak kita," tulis Trump. 

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Pakistan Ishaq Dar yang menjadi mediator utama perundingan mengatakan, perkembangan terbaru memberi alasan seluruh pihak untuk optimistis. "Bahwa hasil positif sudah berada dalam jangkauan," kata Ishaq Dar, seperti dikutip BBC. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense