Dark/Light Mode

Berjuta Munajat Terpanjat Di Padang Arafah

Selasa, 26 Mei 2026 07:30 WIB
Sejumlah jemaah haji Indonesia bergerak dari hotel ke Mina untuk melaksanakan ibadah Tarwiyah, pada 8 Dzulhijjah/Minggu (24/5/2026). (Foto: Rusma/RM.id)
Sejumlah jemaah haji Indonesia bergerak dari hotel ke Mina untuk melaksanakan ibadah Tarwiyah, pada 8 Dzulhijjah/Minggu (24/5/2026). (Foto: Rusma/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Laporan Wartawan Rakyat Merdeka Muhammad Rusmadi Dari Media Center Haji, Makkah

Haji 2026 bukan sekadar penyelenggaraan ibadah tahunan. Di balik lautan manusia yang memenuhi Tanah Suci, tersimpan pertaruhan besar tentang marwah Kementerian Haji dan Umrah RI serta kehormatan ribuan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 yang mengabdikan tenaga dan waktunya demi melayani tamu-tamu Allah. 

Karena itulah, seluruh unsur yang terlibat bekerja nyaris tanpa jeda. Dari ruang-ruang koordinasi hingga lorong-lorong hotel jemaah, dari meja rapat hingga padang-padang tandus Armuzna, semua bergerak dalam satu irama: memastikan 221.000 jemaah haji Indonesia dapat menapaki puncak ibadah dengan aman, khusyuk, dan bermartabat. 

Puncak haji pada 26–30 Mei 2026 di Arafah, Muzdalifah, dan Mina bukan hanya tentang perpindahan jutaan manusia. Ia adalah denyut utama dari seluruh rangkaian ibadah haji. Lima hari yang tampak singkat itu sesungguhnya menjadi penentu apakah seluruh proses panjang penyelenggaraan haji akan dikenang sebagai keberhasilan atau justru meninggalkan luka dan kekacauan.

Tidak ada lembaga negara yang mengurus satu ritual ibadah dengan cakupan sedemikian luas seperti Kementerian Haji dan Umrah RI. Tugasnya bukan hanya mengatur keberangkatan dan kepulangan jemaah, melainkan juga menjalin diplomasi dengan Pemerintah Arab Saudi, memastikan keselamatan jamaah di tengah jutaan manusia, hingga membangun tata kelola ekonomi haji yang produktif dan berkelanjutan. 

Karena itu, persiapan haji selalu terasa lebih panjang daripada pelaksanaan hajinya sendiri. Hampir sepanjang tahun energi dicurahkan untuk merancang, menghitung, dan mengantisipasi berbagai kemungkinan. Sementara inti ibadahnya hanya berlangsung beberapa hari. Bahkan wukuf di Arafah—puncak dari seluruh ibadah haji—hanya terjadi dalam satu hari yang agung. 

Baca juga : Badiul Hadi: Belum Penting, Ada Potensi Pemborosan

Namun justru dalam singkatnya waktu itulah tersimpan ujian terbesar. Armuzna adalah simpul yang menentukan. Jika ritme pergerakan jemaah terganggu, maka seluruh rangkaian ibadah dapat berubah menjadi kepanikan panjang. 

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menggambarkan fase Armuzna seperti injury time dalam pertandingan sepak bola. Sebuah masa genting yang menentukan siapa yang akan keluar sebagai pemenang. 

“Apakah kita yang akan mengangkat piala atau orang lain, itu ditentukan saat injury time,” ujar pria yang akrab disapa Gus Irfan itu. 

Menurut dia, hingga saat ini pelaksanaan haji Indonesia berjalan cukup baik. Tetapi kemenangan sejati, katanya, hanya akan ditentukan ketika seluruh jemaah berhasil melewati Armuzna dengan selamat. 

Analogi lain disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak. Di hadapan wartawan Media Center Haji di Kantor Daker Makkah, Sabtu, 23 Mei 2026, dia mengibaratkan ibadah haji seperti lari marathon yang panjang dan melelahkan. 

“Haji ini seperti marathon. Kita sudah berlari sangat jauh dengan baik. Tetapi ketika tinggal beberapa meter menuju garis akhir lalu tersandung dan jatuh, maka seluruh perjuangan bisa menjadi sia-sia,” ujarnya. 

Baca juga : Sonny Pudjisasono: Tujuannya BantuPH Kecil Di Daerah

Maka demi memastikan “injury time” dan “garis finis” itu tetap berada dalam kendali, berbagai persiapan dilakukan berulang-ulang. Tenda-tenda di Arafah diperiksa. Jalur pergerakan jemaah ditelusuri. Toilet, pendingin udara, dapur katering, hingga sistem pengamanan terus dicek tanpa lelah. 

Semua petugas turun ke lapangan. Bukan hanya petugas layanan dan keamanan, tetapi juga para wartawan Media Center Haji dari Daker Madinah, Bandara, dan Makkah. Mereka ikut menyaksikan bagaimana setiap sudut Armuzna dipersiapkan dengan penuh kehati-hatian. 

Pada Selasa pagi, 19 Mei 2026, rombongan Media Center Haji bersama Koordinator Bidang Satops Armuzna, Harun Arrasyid, bergerak meninggalkan Hotel Dayf Al Arkan Makkah sejak pukul 06.30 waktu Arab Saudi. Tiga kendaraan melaju menembus jalanan kota yang mulai memanas oleh matahari gurun. 

Sekitar pukul 07.12, rombongan memasuki Padang Arafah. 

Hamparan luas itu tampak tenang. Tetapi beberapa hari kemudian, tempat tersebut akan berubah menjadi lautan putih manusia. Jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia akan berdiri di bawah langit yang sama, menengadahkan tangan, meluruhkan air mata, dan menyebut nama Tuhan dalam bahasa doa masing-masing. 

Di tempat itulah manusia datang tanpa sekat kebangsaan dan jabatan. Raja dan rakyat, pejabat dan buruh, semua melebur dalam kain ihram yang serupa. Padang Arafah seolah mengajarkan bahwa di hadapan Allah, manusia hanyalah jiwa-jiwa yang sedang mencari ampunan. 

Baca juga : Presiden Gembleng 400 Calon Pemimpin BUMN Di Hambalang

Untuk menghadapi besarnya gelombang pergerakan jemaah pada tahun ini, PPIH Arab Saudi menyiapkan pola pengamanan dan pelayanan berlapis. Salah satu langkah yang dilakukan ialah membentuk 10 sektor ad hoc yang akan mengawal mobilitas serta keselamatan jemaah Indonesia selama fase Armuzna berlangsung. 

“Satgas yang kita bentuk ini nantinya akan dibagi lagi menjadi 10 sektor ad hoc untuk mengelola, mengendalikan, dan melindungi jemaah haji kita,” kata Harun Arrasyid. 

Di tengah panas gurun dan kepadatan jutaan manusia, kerja-kerja sunyi itu mungkin tak selalu terlihat. Tetapi dari tangan-tangan para petugas itulah, jutaan doa di Padang Arafah diharapkan dapat naik ke langit tanpa gangguan dan tanpa air mata kehilangan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.