RM.id Rakyat Merdeka - Hubungan antar masyarakat dinilai menjadi fondasi utama terciptanya perdamaian dan kerja sama antarnegara. Bahkan, hubungan antarmasyarakat disebut sudah terjalin jauh sebelum hubungan diplomatik resmi dibangun pemerintah.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT), Al Busyra Basnur, dalam "The 5th Leaders Meeting of ASEAN-China People to People Friendship Organization" di Jingdezhen, Provinsi Jiangxi, China, Selasa (26/5/2026).
Menurut Al Busyra, hubungan antarpemerintah memang penting. Namun, hubungan masyarakat antarbangsa jauh lebih strategis karena menjadi dasar terciptanya rasa saling percaya dan pengertian.
Baca juga : Industri Film Didorong Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru Di Jakarta
“Organisasi persahabatan masyarakat antarnegara sangat penting untuk memperkuat saling pengertian, membangun kepercayaan, mendorong pertukaran budaya, pendidikan pemuda, kerja sama ekonomi, hingga menciptakan solidaritas global,” ujar mantan Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika itu.
Meski begitu, dia mengingatkan masih ada sejumlah tantangan dalam kerja sama masyarakat antarbangsa. Mulai dari perbedaan budaya, komunikasi, politik hingga ketimpangan pemahaman.
Karena itu, Al Busyra mendorong Indonesia, China dan negara-negara ASEAN memperkuat kerja sama people to people (antarmasyarakat) melalui pertukaran pendidikan, promosi budaya, kerja sama pemuda, media, hingga program sister city dan pemerintah daerah.
Baca juga : Gubernur Andra Soni Apresiasi Pelaksanaan PM-AAS 100 Ha Di Banten
Dalam forum yang diselenggarakan Chinese People's Association for Friendship with Foreign Countries (CPAFFC), para pimpinan organisasi persahabatan ASEAN-China juga memaparkan pengalaman dan rencana program untuk mempererat hubungan masyarakat antarbangsa.
Delegasi PPIT dipimpin langsung Al Busyra Basnur bersama Sekjen Rudi Suwito, Wasekjen Aswen S. Utomo, dan perwakilan PPIT di China, Reymond Weng.
Pertemuan itu dihadiri sekitar 100 delegasi dari negara-negara ASEAN seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja, Myanmar, Filipina, Brunei hingga Timor Leste.
Baca juga : Indonesia Tunjukkan Kekuatan Pangan Nasional Di SIAL Canada
Forum yang dibuka Ketua CPAFFC Yang Wanming tersebut menghasilkan dokumen bersama bertajuk Joint Initiative The 5th Leaders Meeting of ASEAN China People to People Friendship Organizations.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.