Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gubernur Andra Soni Apresiasi Pelaksanaan PM-AAS 100 Ha Di Banten
Rabu, 6 Mei 2026 17:27 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi kepada Kementerian Pertanian (Kementan) khususnya Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian atas pelaksanaan Program PM-AAS 100 Ha di Provinsi Banten.
Hal tersebut terungkap saat penanaman perdana PM-AAS yang berlangsung di Kelurahan Margaluyu Kec. Kasemen Kota Serang.
Hadir dalam acara Gubernur Banten, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Kementerian Pertanian yang diwakili oleh Sekretaris Badan Husnain, Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia, Plt. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Dr. Nasir, Kepala DKP3 Kota Serang, Sony August, perwakilan Polda Banten, Danrem 064/MY, Pupuk Indonesia Holding Company, dan sejumlah instansi terkait lainnya, serta penyuluh dan petani.
Gubernur Banten mengharapkan program ini memperkuat Banten sebagai penyangga pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani. Menurutnya, adanya modernisasi dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi dan kesejahteraan petani. Saat ini, Banten tercatat sebagai urutan ke-8 produsen padi nasional.
Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Dr. Husnain menyampaikan bahwa program ini akan diperluas dalam skala nasional manakala berhasil pelaksanaannya.
Baca juga : Gubernur Fakhiri Dorong Depapre Jadi Pusat Perikanan Papua
"Saat ini ada 15 BRMP yang melaksanakan program PM-AAS di seluruh Indonesia, jika berhasil, program ini akan dijadikan model nasional oleh Kementerian Pertanian" jelas Dr. Husnain.
Selanjutnya Dr. Husnain menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan semua pihak dan harapan agar program ini berjalan dengan baik dan mencapai hasil sesuai target.
Plt. Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Banten, Andry Polos, S Kom, M.Si dalam acara tersebut melaporkan tentang langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mewujudkan pelaksanaan PM-AAS di Provinsi Banten.
Melalui koordinasi semua pihak, baik petani dan penyuluh lapangan serta diperkuat oleh dukungan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Serang, telah diterbitkan SK Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) PM-AAS yang melibatkan 90 petani pada 100 ha lahan di Kec. Kasemen yang tergabung ke dalam 4 kelompok tani, yaitu Poktan Sri Bunga Ambon 1, Poktan Sri Bunga Ambon Jaya, dan Poktan Sri Mekar yang berada di Kelurahan Margaluyu, dan Poktan Masyarakat Guyub 1 yang berlokasi di Kelurahan Kilasah.
Lebih lanjut, Andry Polos menjelaskan bahwa PM-AAS mengusung enam prinsip utama, yaitu: Tanam rapat dalam baris, dilakukan secara teratur yang bertujuan untuk efisiensi penggunaan lahan dan memaksimalkan produksi per ha.
Baca juga : Gubernur Fakhiri: Otoda Harus Perkuat Layanan Publik Dan Kemandirian Fiskal
Efisiensi sumber daya, melalui pemanfaatan teknologi digital seperti pengaturan air irigasi untuk mengoptimalkan distribusi. Mekanisasi pertanian, melalui penggunaan mesin-mesin modern seperti traktor, rotavator, land leveler, drone, drum seeder, dan combine harvester.
Implementasi berbasis korporasi skala luas yang dikelola secara professional, melalui manajemen terintergrasi dari hulu ke hilir. Intensifikasi produksi, melalui sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) dengan jarak yang rapat, pengelolaan terpadu dan intensif terhadap unsur hara, pengairan, gulma, dan hama & penyakit tanaman.
Serta pendekatan spesifik lokasi, yaitu implementasinya disesuaikan dengan karakteristik lokasi, khususnya pada lahan datar dan luas dengan pengaturan air yang mudah. Target produksi PM-AAS adalah 10 ton/ha.
Acara tanam perdana diawali dengan Tanam Benih Langsung (Tabela) menggunakan alat Tabela/drum seeder yang ditarik oleh Traktor Roda Dua (TR2). Secara simbolis Gubernur, Sekretaris Badan, Wakil Wali Kota Serang, dan Plt. Kepala BRMP Banten memasukkan benih padi ke dalam drum seeder. Model penanaman ini menghemat waktu dan tenaga karena tidak perlu dilakukan persemaian dan pindah tanam.
Dalam acara ini, juga dilakukan sejumlah penyerahan bantuan, yaitu benih sebanyak 10 ton dari Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, dan penambahan kuota pupuk subsidi NPK dan Urea, dan pemberian 2 ton gratis Petroganik saat petani menebus 1 ton, hasil kerja sama Kementerian Pertanian dan Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC).
Baca juga : Liburan Bandung yang Estetik, Tampil Maksimal Dengan Sewa Mobil di Bandung
Selain itu, PIHC memberikan bantuan khusus berupa pupuk NPK, Urea, dan Petroganik masing-masing 1 ton. BRMP Banten memberikan fasilitasi Pupuk Organik 1 ton dan fasilitasi penggunaan drone. Selain itu, fasilitasi Drum Seeder dari BRMP Banten dan BRMP Mektan.
Pihak swasta juga turut memberikan dukungan terutama penyediaan herbisida pra tumbuh dari PT Buyer seluas 2 ha, Nufarm untuk kebutuhan 3 ha, dan FMC Indonesia untuk luasan 2 ha, serta Pupuk Organik Bio Ark dari PT. Bio ARK Indonesia Nusantara.
Program ini diharapkan berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak terkait sehingga target yang diharapkan sebesar 10 ton/ha dapat tercapai.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya