BREAKING NEWS
 

Dubes Achmad Rizal Blusukan Ke Desa, Jajaki Kerja Sama Energi Terbarukan

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 10 Juni 2026 06:23 WIB
Dubes Achmad Rizal Purnama (kanan, berjas) saat mengunjungi perusahaan Relians Enerji Yatirim Saniyi A.Ş. di Akyurt, Turki, Minggu (8/6/2026). (Foto KBRI Ankara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Turki Achmad Rizal Purnama menjajaki peluang kerja sama di bidang energi terbarukan. Dia mengunjungi perusahaan Relians Enerji Yatirim Sanayi a.s dan Iona Engineering di Akyurt, Turki, Minggu (8/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengeksplorasi potensi kolaborasi di sektor biogas, pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy), serta energi terbarukan.

“Kunjungan ini memberikan wawasan berharga mengenai pengalaman Turki mengubah limbah organik menjadi energi berkelanjutan,” ujar Dubes Rizal dalam keterangannya.

Baca juga : Dubes Fabien Penone Perkuat Kerja Sama Lembaga Riset Kedua Negara

Relians Enerji merupakan perusahaan investasi energi terbarukan yang mengoperasikan Akyurt Biogas Power Plant (Akyurt BES) di Distrik Akyurt, Ankara. Perusahaan ini aktif sejak 2015 dan mengembangkan proyek pembangkit listrik berbasis biogas yang mengolah limbah organik menjadi energi dan pupuk organik.

Adsense

Sedangkan Iona Engineering adalah perusahaan rekayasa (engineering), pengadaan (procurement) dan konstruksi yang fokus pada proyek biogas, sampah menjadi energi, hingga biometan. 

Menurut Dubes Rizal, pengalaman dan teknologi yang dimiliki kedua perusahaan Turki tersebut tidak diragukan lagi, sehingga dapat menjadi referensi bagi Indonesia dalam mengembangkan energi ramah lingkungan, sekaligus mengatasi persoalan pengelolaan limbah.

Baca juga : PTPN I Salurkan 304 Hewan Kurban, Warga Sekitar Kebun Sampaikan Terima Kasih

“Kunjungan ini juga membuka peluang lebih lanjut untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan Turki dalam bidang ketahanan energi, pengelolaan limbah, serta pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Jika kerja sama berlanjut, biogas berpotensi diterapkan di Indonesia. Terutama di daerah dengan populasi peternakan besar atau volume sampah organik tinggi. Harapannya, persoalan limbah dan kebutuhan energi dapat ditangani secara bersamaan.

Melalui penjajakan tersebut, kedua negara diharapkan dapat memperluas kolaborasi dalam pengembangan energi bersih yang mendukung target keberlanjutan dan transisi energi di masa depan. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense