Dark/Light Mode

Dubes Mohamed Ahmed Salim Al-Shanfari Temui Menag, Bahas Kerja Sama Pendidikan

Sabtu, 9 Mei 2026 07:47 WIB
Duta Besar Oman untuk Indonesia Mohamed Ahmed Salim Al-Shanfari (kiri) bersama Menag Nasaruddin Umar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (7/5/2026). (Foto Kemenag)
Duta Besar Oman untuk Indonesia Mohamed Ahmed Salim Al-Shanfari (kiri) bersama Menag Nasaruddin Umar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (7/5/2026). (Foto Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Kesultanan Oman untuk Indonesia Mohamed Ahmed Salim Al-Shanfari menemui Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (7/5/2026). Pertemuan itu membahas tentang penguatan kerja sama Indonesia dan Oman.

Dubes Ahmed Salim menyoroti kedekatan kedua negara. Oman dan Indonesia telah memiliki hubungan ratusan tahun, yang melatarbelakangi pentingnya meningkatkan kerja sama di segala aspek.

“Kedua negara telah menjalin kedekatan selama hampir 300 tahun, dengan prinsip-prinsip kebijakan luar negeri yang serupa,” katanya.

Baca juga : BAZNAS Dan Kedubes Turki Jajaki Kerja Sama Pendidikan Dan Sosial

Dalam pertemuan itu, Dubes Ahmed Salim dan Menag membahas penguatan kerja sama bilateral, terutama di bidang pendidikan. Salah satu topiknya adalah peluang beasiswa bagi pelajar Indonesia di universitas-universitas Oman, khususnya untuk studi agama dan bahasa Arab.

Menag Nasaruddin Umar mengatakan, Oman punya potensi besar menjadi tujuan studi baru bagi mahasiswa Indonesia, khususnya untuk pendidikan Islam dan bahasa Arab.

“Selama ini banyak mahasiswa Indonesia memilih Istanbul dan Ankara di Turki sebagai tujuan studi di luar negeri. Saya rasa Oman memiliki potensi besar sebagai alternatif tujuan pendidikan Islam yang belum banyak dikenal,” ujar Nasaruddin.

Baca juga : Polri Temukan Unsur Pidana, Kecelakaan Kereta Api Di Bekasi Naik Ke Penyidikan

Selain membahas program beasiswa, Nasaruddin juga menyampaikan kebutuhan sekitar 2.000 guru bahasa Arab penutur asli untuk mengajar di lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama.

Menurutnya, Oman bisa menjadi salah satu negara potensial untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar tersebut.

Rencana kerja sama itu pun disambut positif Dubes Ahmed Salim. Tak hanya pendidikan, pertemuan itu juga membahas peluang kerja sama di sektor per-dagangan. Produk tekstil dan aksesori asal Oman memiliki peluang masuk ke pasar Indonesia.

Baca juga : Retno Marsudi Temui Presiden Kazakhstan, Perkuat Kerja Sama Air Dan Iklim

Selain itu, pelabuhan-pelabuhan di Oman sejak dulu menjadi jalur perdagangan strategis Asia. Hal ini masih memiliki potensi besar dikembangkan kembali di era modern.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.