BREAKING NEWS
 

Bidik Pasar Afrika, 12 Perusahaan RI Tampil Di Africa Food Show 2026

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : ADITYA NUGROHO
Sabtu, 13 Juni 2026 14:31 WIB
Konsul Jenderal RI di Cape Town, Tudiono (ketiga kanan). (Foto: KJRI Cape Town)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia memperkuat upaya perluasan pasar ekspor ke kawasan Afrika melalui partisipasi dalam Africa Food Show 2026 yang berlangsung di Cape Town, Afrika Selatan.

Sebanyak 12 perusahaan Indonesia ambil bagian dalam pameran internasional tersebut dengan menampilkan berbagai produk unggulan, mulai dari makanan dan minuman olahan, rempah-rempah, bahan baku pangan, hingga produk pendukung industri yang berpotensi memasuki pasar Afrika Selatan dan kawasan Afrika secara lebih luas.

Partisipasi Indonesia merupakan hasil kolaborasi antara Konsulat Jenderal Republik Indonesia Cape Town, Indonesian Trade Promotion Center Johannesburg, Indobizco, serta para pelaku usaha Indonesia.

Konsul Jenderal RI di Cape Town, Tudiono mengatakan, keikutsertaan Indonesia dalam pameran tersebut memiliki arti strategis di tengah upaya diversifikasi pasar ekspor nasional dan meningkatnya potensi ekonomi Afrika.

“Partisipasi ini bukan sekadar memamerkan produk, tetapi juga membuka peluang pasar baru, memperluas jejaring bisnis, membangun kemitraan jangka panjang, serta memperkuat posisi Indonesia di pasar Afrika yang terus berkembang,” kata Tudiono saat membuka Paviliun Indonesia di Cape Town, Rabu (10/6/2026).

Baca juga : GKB-NU Ajak Masyarakat Jaga Persatuan di Tengah Dinamika Nasional

Menurut dia, meningkatnya partisipasi perusahaan Indonesia mencerminkan semakin besarnya perhatian pelaku usaha nasional terhadap Afrika yang kini menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan ekonomi dan konsumsi paling menjanjikan di dunia.

Africa Food Show merupakan salah satu pameran makanan dan minuman terbesar di kawasan Afrika. Setelah berganti nama dari Africa’s Big 7 pada 2025, ajang tersebut terus berkembang sebagai platform pertemuan pelaku industri pangan global dengan pembeli dan distributor dari berbagai negara Afrika.

Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menargetkan lebih dari 350 peserta pameran dari lebih dari 20 negara dengan fokus memperluas jaringan pembeli di kawasan Sub-Sahara Afrika.

Pameran tersebut diikuti peserta dari berbagai negara, antara lain Afrika Selatan, Indonesia, India, China, Turki, Mesir, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Brasil, dan sejumlah negara lainnya.

Adsense

Tudiono menilai Afrika memiliki prospek ekonomi yang semakin menarik dengan jumlah penduduk sekitar 1,5 miliar jiwa atau hampir 18 persen populasi dunia serta pertumbuhan kelas menengah yang terus meningkat.

Baca juga : MUF Salurkan Pembiayaan Rp 5,93 Triliun Pada Kuartal I 2026

Selain itu, implementasi African Continental Free Trade Area dinilai membuka peluang terbentuknya pasar terpadu terbesar di dunia berdasarkan jumlah negara anggota, sehingga semakin meningkatkan daya tarik Afrika sebagai tujuan perdagangan dan investasi internasional.

Dalam konteks tersebut, Afrika Selatan dipandang memiliki posisi strategis sebagai salah satu ekonomi terbesar dan paling terdiversifikasi di benua Afrika.

“Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tantangan rantai pasok internasional, diversifikasi pasar menjadi semakin penting. Afrika Selatan dapat menjadi titik masuk yang efektif bagi produk-produk Indonesia untuk menjangkau pasar Afrika yang lebih luas,” ujar Tudiono.

Ia juga menekankan, hubungan Indonesia dan Afrika Selatan tidak hanya didasarkan pada kerja sama ekonomi, tetapi juga memiliki kedekatan sejarah dan budaya yang telah terjalin selama berabad-abad.

Jejak komunitas Muslim Nusantara di Cape Town, termasuk kontribusi para ulama dan tokoh asal Kepulauan Indonesia dalam perkembangan masyarakat setempat, menjadi salah satu fondasi hubungan antarmasyarakat yang tetap terjaga hingga kini.

Baca juga : Gilas Panama, Brazil Unjuk Kekuatan Jelang Piala Dunia 2026

Sebanyak 12 perusahaan Indonesia yang berpartisipasi dalam pameran tersebut antara lain ABC President, Alco Langit Semesta, Cahaya Sinar Terang, Daesang Mamasuka, IClean, Kapal Api Group, Khong Guan, Kobumi, Konimez, Manohara Asri, Persatouone Komoditas Indonesia, dan T3 Premium Tea.

Selain mengikuti pameran, delegasi Indonesia juga dijadwalkan menggelar pertemuan bisnis dengan pelaku usaha setempat dan Wesgro guna menjajaki peluang kerja sama perdagangan dan investasi.

Keikutsertaan perusahaan Indonesia dalam Africa Food Show 2026 diharapkan dapat menghasilkan peluang bisnis baru, memperluas jaringan kemitraan, serta meningkatkan daya saing produk nasional di pasar Afrika yang terus berkembang.

Sejumlah produk Indonesia seperti Indomie, Kopiko, dan Kara sebelumnya telah dikenal luas oleh konsumen Afrika Selatan. Keberhasilan tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperluas penetrasi produk unggulan Indonesia lainnya ke pasar Afrika.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense