BREAKING NEWS
 

Peluang Pekerja Migran Indonesia Ke Turki Terus Naik

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 10 Juli 2026 07:25 WIB
Duta Besar Indonesia untuk Turki Achmad Rizal Purnama (kanan) menerima plakat dari Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtaruddin, di Kantor KP2MI, Jakarta, Rabu (8/7/2026). (Foto KP2MI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Peluang penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Turki terus berkembang, seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor strategis. 

Hal itu disampaikan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Turki Achmad Rizal Purnama usai bertemu Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtaruddin di Jakarta, Rabu (8/7/2026). Kedua pihak membahas potensi penempatan PMI di Turki. 

“Peluang kita menjadi pemasok tenaga kerja profesional sangat besar di Turki,” kata Dubes Rizal.

Pada 2025, Turki mengajukan permintaan sebanyak 31.000 tenaga kerja. Pada 2026, indikasi kebutuhan mencapai sekitar 38.000 tenaga kerja. Lonjakan permintaan didominasi oleh sektor formal.

Ada empat sektor utama di Turki yang saat ini sangat membutuhkan suplai tenaga kerja terampil dari Indonesia. Di antaranya sektor hospitality (perhotelan dan pariwisata), sektor babysitter, sektor konstruksi dan sektor manufaktur.

Baca juga : Timnas Putri Indonesia Siap Pertahankan Trofi AFF Womens Cup 2026

“Pihak Turki butuh tenaga kerja kita untuk menghidupkan kembali sektor-sektor ekonomi mereka,” ungkap Dubes Rizal.

Pertemuan itu juga membahas kerja sama dalam aspek pelindungan, kesejahteraan dan penempatan pekerja secara aman.

Dubes Rizal mengatakan, regulasi di Turki sangat berpihak pada pelindungan hak-hak pekerja asing. Namun, hambatan utama yang saat ini dihadapi adalah masalah birokrasi pengurusan visa kerja di internal otoritas Turki. 

Adsense

Menanggapi kendala ini, KBRI Ankara siap bersinergi dengan Kementerian P2MI untuk mengupayakan program percepatan proses penerbitan visa kerja. 

Selain itu, tantangan baru yang harus diantisipasi bersama adalah persaingan agensi kerja. Tingginya permintaan tenaga kerja memicu persaingan tidak sehat di antara agensi lokal di Turki.

Baca juga : Gelar MosBuild 2026, ITE Group Buka Pasar Furnitur Indonesia Ke Eropa & Rusia

Akibatnya, mulai muncul fenomena ‘agensi nakal’ dalam proses negosiasi bisnis dengan agensi di Indonesia. Hal ini memerlukan pengawasan ketat agar tidak merugikan hak-hak PMI.

“Kita perlu memberikan edukasi dan pemahaman yang jauh lebih baik kepada para Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) sebelum mereka ber¬angkat,” kata Dubes Rizal.

Mukhtarudin mengatakan, Turki menjadi salah satu negara target penempatan stra-tegis dalam program SMK Go Global sebagai langkah cepat (quick win). 

Program strategis ini ditargetkan untuk menempatkan PMI terampil secara bertahap ke pasar kerja internasional. Target penempatannya dimulai dari 40.000 tenaga kerja pada tahun 2026. 

“Implementasinya akan dilakukan bertahap dengan terus memperhatikan kondisi geopolitik dunia,” tutur Mukhtarudin.

Baca juga : Ini Calon Kiper Terbaik Versi FIFA

Mukhtarudin secara khusus meminta dukungan penuh dari KBRI Ankara untuk mengawal proses penempatan, verifikasi Job Order, hingga perlindungan hukum di sana. Sebab, KBRI di Ankara belum memiliki Atase Ketenagakerjaan Indonesia.

“Kami mohon dukungannya dari Pak Dubes, utamanya terkait koordinasi Job Order dan percepatan proses visa kerja agar penempatan berjalan efektif,” pinta Mukhtarudin.

Pertemuan tersebut menyepakati sejumlah poin penting terkait penguatan kerja sama ke depan. Salah satunya melalui percepatan pembentukan Joint Working Commission (JWC) on Labour Indonesia–Turki. Forum resmi tersebut diharapkan memperluas peluang kerja sekaligus meningkatkan pelindungan bagi para pekerja. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense