BREAKING NEWS
 

Israel Siap Gelar Pemilu 27 Oktober

Popularitasnya Nyungsep, Netanyahu Pede Menang

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 14 Juli 2026 06:10 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggelar konferensi pers menyusul kesepakatan antara AS dan Iran di Yerusalem, Senin (15/6/2026). Foto: Dok. REUTERS

RM.id  Rakyat Merdeka - Israel akan menggelar Pemilihan Umum (Pemilu) nasional. Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu bakal kembali maju. Meski percaya diri (pede) bakal menang, hasil jajak pendapat justru menunjukkan dukungan terhadapnya terus merosot.

Parlemen Israel (Knesset) resmi menetapkan Pemilu nasional digelar pada 27 Oktober 2026. Masa jabatan pemerintahan ini akan berakhir 17 Juli mendatang setelah menyelesaikan periode penuh selama empat tahun.

Netanyahu (76) memastikan kembali maju sebagai calon PM. Pemimpin terlama dalam sejarah Israel itu optimistis mempertahankan kekuasaan. Pemilu ini dinilai sebagai ajang penilaian bagi pemerintahannya di tengah konflik Timur Tengah yang tak kelar-kelar.

“Saya akan mencalonkan diri dalam Pemilu dan berniat menang,” kata pemimpin senior itu pada 16 Juni 2026.

Baca juga : Celine Evangelista, Tepis Gosip Jadi Wanita Simpanan...

Namun, jalan Bibi—demikian dia disapa, diprediksi tidak akan mulus. Sejumlah survei menunjukkan, mayoritas warga Israel menginginkan pergantian kepemimpinan setelah perang Gaza dan konflik dengan Iran.

Mantan Kepala Staf Militer Israel Gadi Eisenkot muncul sebagai penantang terkuat. Dia mendirikan Partai Yashar yang langsung menyaingi Partai Likud.

Survei lembaga penyiaran KAN dan Channel 12 memperkirakan, Likud hanya meraih 23 kursi dari total 120 kursi di Knesset. Angka itu hampir setara dengan Yashar.

Adsense

Sementara survei Channel 14 yang berhaluan kanan, memberi hasil berbeda. Likud diproyeksikan meraih 33 kursi, sedangkan Yashar 21 kursi.

Baca juga : Kapolri-Jaksa Agung Mesra Di Senayan

Blok Beyachad yang dipimpin mantan PM Naftali Bennett bersama Yair Lapid diperkirakan hanya memperoleh 16 kursi.

Survei Hebrew University of Jerusalem pada 10 Juli juga memberi kabar buruk bagi Netanyahu. Sebanyak 92 persen responden menilai, Iran menjadi pihak yang lebih diuntungkan dalam konflik terbaru di Timur Tengah.

Tingkat kepuasan terhadap kepemimpinan Netanyahu ikut anjlok. Dukungan publik nyungsep dari 40,5 persen pada awal Maret menjadi hanya 29,4 persen pada akhir Juni.

Netanyahu masih dibayangi kritik atas penanganan perang Gaza, konflik dengan Lebanon dan Iran, serta kegagalan mencegah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Dia juga masih menghadapi persidangan kasus korupsi di dalam negeri.

Baca juga : Koperasi Merah Putih Ciptakan Putaran Uang 223 Triliun/Tahun

Di tingkat internasional, Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu atas dugaan kejahatan perang di Gaza.

Meski diterpa berbagai tekanan, Netanyahu mengaku ingin membentuk pemerintahan nasional yang lebih luas bila kembali menang. Menurutnya, langkah itu diperlukan untuk memperkuat posisi Israel di kawasan.

Hasil Pemilu diperkirakan tetap bergantung pada pembentukan koalisi. Karena itu, partai-partai kecil, utamanya partai Arab-Israel, diprediksi menjadi penentu dalam pembentukan pemerintahan baru. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 14 Juli 2026 dengan judul "Israel Siap Gelar Pemilu 27 Oktober Popularitasnya Nyungsep, Netanyahu Pede Menang"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense