RM.id Rakyat Merdeka - Sepak bola terbukti menjadi bahasa universal yang mampu melintasi batas negara dan budaya dengan sangat cepat. Hal ini dialami langsung oleh keluarga Duta Besar (Dubes) Meksiko untuk Indonesia Francisco de la Torre Galindo.
Dubes Galindo membagikan cerita menarik tentang putranya yang berusia 14 tahun. Putranya jatuh cinta pada sepak bola Indonesia hanya dalam dua minggu setelah tiba di Jakarta. Mereka sekeluarga tiba di Indonesia pada Oktober 2025.
“Setelah berada di sini dua minggu, dia berkata kepada saya, ‘Hei Ayah, aku butuh jersey Timnas Indonesia,’” kisahnya kepada para jurnalis di sela-sela pertandingan persahabatan antara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan perwakilan kedutaan besar negara Amerika Utara di Jakarta.
Mendengar permintaan mendadak dari sang anak, Dubes Galindo sempat terkejut dan bertanya-tanya. Namun, sang putra justru menunjukkan bahwa dia sangat mengikuti perkembangan sepak bola di Indonesia. Bahkan, putranya mengidolakan salah satu punggawa skuad Garuda bernama Witan Sulaeman.
Baca juga : BPDP Edukasi Siswa SD di Denpasar Tentang Peran Sawit dalam Kehidupan
“Saya langsung merespons, ‘Apa yang kamu bicarakan?’ Dia bilang, ‘Kataku, aku butuh jersey Indonesia. Piala Dunia sudah dekat. Aku suka sepak bola, dan aku suka Witan Sulaeman.’ Saya pun takjub, ‘Wow, kamu tahu lebih banyak daripada banyak orang di sini.’” kisah Dubes Galindo sambil tersenyum.
Ketertarikan putranya terhadap sepak bola Indonesia bukan tanpa alasan. Menurutnya, ada kemiripan emosional yang sangat kental antara kultur sepak bola di Meksiko dan di Indonesia.
Bagi kedua negara, sepak bola bukan lagi sekadar urusan taktik di atas lapangan hijau. Olahraga ini adalah sebuah perayaan yang erat kaitannya dengan nilai-nilai kekeluarga dan pertemanan.
Di Meksiko, lanjut Dubes Galindo, Piala Dunia adalah sebuah pesta yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Baik laki-laki maupun perempuan suka menonton pertandingan sepak bola di ajang internasional ini. Hal yang sama juga dia saksikan sendiri di Indonesia.
Baca juga : Dubes Francisco de la Torre Galindo Bikin Video Sambut Piala Dunia 2026
“Itu sudah seperti sebuah pesta. Sepak bola bukan sekadar olahraga. Ini sebuah budaya, dan Anda pun memiliki budaya itu di sini,” ujarnya.
Menurutnya, diplomasi publik adalah tentang membangun jembatan melalui segala aspek yang positif. Termasuk hubungan antar-masyarakat lewat olahraga.
“Saya rasa negara-negara seperti Meksiko dan Indonesia, aset terbaik yang mereka miliki adalah masyarakatnya,” katanya.
Pihaknya juga merasa bangga karena telah berhasil menyelenggarakan pergelaran olahraga terbesar di dunia bersama Amerika Serikat dan Kanada.
Baca juga : BAZNAS Gelar Charity Padel Tournament, Galang Dana Korban Bencana Sumatera
“Kami memiliki Piala Dunia luar biasa yang kini akan segera berakhir. Namun kami telah menunjukkan kepada dunia bahwa kami bertiga, secara bersama-sama, bisa menjadi tuan rumah yang terbaik,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.