Dark/Light Mode

Industri Tekstil Dan Alas Kaki Siap Penuhi Lonjakan Permintaan Lebaran

Selasa, 10 Maret 2026 14:25 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta industri alas kaki nasional siap memenuhi lonjakan kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan industri TPT dan alas kaki nasional menunjukkan kinerja yang stabil dengan kapasitas produksi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik yang biasanya meningkat pada periode Ramadan dan Lebaran.

“Setiap tahun momentum Ramadan dan Idul Fitri selalu diikuti peningkatan konsumsi masyarakat terhadap produk tekstil dan alas kaki. Berdasarkan koordinasi dengan pelaku usaha dan asosiasi industri, kapasitas produksi nasional saat ini berada dalam kondisi optimal dan siap memenuhi kebutuhan tersebut,” kata Agus dalam keterangan di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Ia menyampaikan industri TPT dan alas kaki merupakan sektor manufaktur prioritas yang bersifat padat karya serta memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Pada 2025, industri TPT mencatat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 3,55 persen secara tahunan (C-to-C) dengan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 0,97 persen.

Baca juga : Industri Makanan Minuman Tingkatkan Produksi Jelang Lebaran

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Rizky Aditya Wijaya mengatakan sektor TPT juga tetap menjalankan fungsi sosial-ekonomi sebagai sektor padat karya dengan penyerapan tenaga kerja yang besar.

Menurut dia, jumlah tenaga kerja di sektor tersebut pada Agustus 2025 mencapai sekitar 3,96 juta orang, meningkat dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 3,76 juta orang.

“Hal ini menunjukkan industri TPT masih menjadi salah satu tulang punggung penyerapan tenaga kerja manufaktur di Indonesia,” ujar Rizky.

Untuk memastikan kesiapan industri menghadapi lonjakan permintaan, Kemenperin melakukan berbagai langkah strategis seperti pemantauan kapasitas produksi, penguatan pasokan bahan baku, serta koordinasi distribusi dan logistik.

Pemerintah juga memperkuat koordinasi dengan produsen bahan baku seperti serat, benang, kain, serta bahan baku alas kaki guna menjaga kelancaran pasokan dan stabilitas harga di pasar.

Baca juga : 80 Industri Dan UMKM Ramaikan Bazaar Lebaran Kemenperin 2026

Di sisi lain, Kemenperin turut memperketat pengawasan terhadap praktik impor pakaian bekas ilegal atau thrifting yang dinilai merugikan industri dalam negeri, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah.

“Kami terus memperkuat pengawasan terhadap peredaran pakaian bekas impor ilegal. Langkah ini penting untuk menjaga keberlangsungan industri tekstil nasional serta memberikan ruang lebih besar bagi produk dalam negeri di pasar domestik,” kata Rizky.

Berdasarkan laporan pelaku industri yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), produksi pada sejumlah segmen mengalami peningkatan sejak awal 2026.

Peningkatan tersebut terutama terjadi pada produk busana muslim, kain sarung, pakaian anak, sepatu kasual, dan sandal yang menjadi kebutuhan utama masyarakat menjelang Lebaran.

Momentum Ramadan dan Idul Fitri juga dinilai memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja tambahan untuk memenuhi peningkatan pesanan produksi.

Baca juga : Teknologi Baru Singapore Airlines Manjakan Penumpang Global

Ke depan, Kemenperin menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat daya saing industri nasional melalui peningkatan produktivitas, transformasi teknologi, penerapan industri 4.0, serta penguatan pasar domestik.

Pemerintah juga mendorong pelaku industri memanfaatkan platform digital guna memperluas pemasaran sekaligus memperkuat branding produk dalam negeri.

Rizky optimistis industri TPT dan alas kaki nasional mampu memanfaatkan momentum Ramadan dan Lebaran secara maksimal, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tetapi juga memperkuat kinerja industri serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.