RM.id Rakyat Merdeka - Kabar mengejutkan datang dari panggung politik Singapura. Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Urusan Muslim Singapura, Muhammad Faishal Ibrahim, mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan serta memutuskan mundur dari dunia politik pada Senin (20/7/2026).
Keputusan tersebut diambil setelah interaksinya dengan seorang perempuan dinilai tidak memenuhi standar etika yang diharapkan dari seorang pejabat publik dan Anggota Parlemen (MP) Singapura.
Selain melepaskan jabatan sebagai Plt Menteri Urusan Muslim dan Menteri Negara Senior Urusan Dalam Negeri, Faishal yang juga merupakan Associate Professor itu turut mengundurkan diri dari partai berkuasa Singapura, People's Action Party (PAP).
Kasus ini bermula dari sebuah email yang dikirim seorang perempuan kepada Kantor Perdana Menteri pada Juni 2026. Menanggapi laporan tersebut, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong langsung memerintahkan penyelidikan.
Baca juga : Apkasi Dorong Penguatan Peran Perempuan Atasi Stunting dan Majukan UMKM
"Masalah ini menjadi perhatian kami sekitar sebulan yang lalu ketika Kantor Perdana Menteri menerima email dari seorang warga perempuan mengenai interaksinya dengan Assoc Prof Faishal," ujar Wong dalam pernyataan resmi, seperti dikutip dari Channel News Asia (CNA), Senin (20/7/2026).
Hasil penyelidikan menunjukkan sebagian besar komunikasi antara keduanya berlangsung melalui pesan daring dan sesekali bertemu dalam acara-acara publik. Kedua pihak juga sempat saling melontarkan tuduhan terkait dugaan pelecehan.
Penyelidikan dilakukan oleh kepolisian bersama Kejaksaan Agung Singapura. Berdasarkan hasil investigasi, tidak ditemukan adanya pelanggaran hukum pidana dalam kasus tersebut.
Meski demikian, persoalan utama dinilai bukan terletak pada aspek hukum, melainkan pada standar perilaku dan etika yang harus dijunjung oleh seorang pejabat publik.
Baca juga : Pramono Prioritaskan Pembangunan Rusun Marunda Klaster C dan Rorotan 9
"Ada pertanyaan penting, apakah sikap Assoc Prof Faishal sudah sesuai dengan standar yang diharapkan dari pejabat publik dan anggota parlemen? Setelah melakukan refleksi, Assoc Prof Faishal mengakui tindakannya tidak pantas dan memutuskan untuk mengundurkan diri," kata Wong.
Dalam surat pengunduran dirinya, Faishal mengakui telah melakukan kekeliruan. "Meskipun tidak ada hubungan fisik di antara kami dan saya tidak berniat mengarah ke sana, terdapat kekhilafan dari pihak saya dalam mengelola interaksi tersebut, serta kegagalan menetapkan batasan yang lebih jelas sejak awal," tulis Faishal dalam surat pengunduran dirinya.
Faishal menegaskan keputusan untuk mundur diambil demi kepentingan keluarga serta untuk menjaga integritas lembaga politik yang selama ini ia wakili.
Wong menerima pengunduran diri tersebut meski mengaku merasa sedih. Ia tetap menyampaikan apresiasi atas pengabdian Faishal yang telah mengabdi selama sekitar dua dekade dalam melayani masyarakat Singapura.
Baca juga : Dedikasi Mantri Perempuan BRI Jaga Akses Keuangan di Kepulauan Sulawesi Tengah
Sebagai pengganti, posisi Pelaksana Tugas Menteri Urusan Muslim kini diisi Zaqy Mohamad, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Negara Senior di Kementerian Pertahanan serta Kementerian Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.