BREAKING NEWS
 

200 Perusahaan Siap Garap Ekonomi Nature-Positive

Jerman Gandeng Indonesia Kembangkan Investasi Hijau

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 24 Juli 2026 06:10 WIB
Wakil Duta Besar Jerman Untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor-Leste, thomas Graf (keempat kanan), bersama Menteri LH Jumhur Hidayat (kelima kanan) main angklung saat membuka Nature+ Indonesia: Biodiversity Business Forum, di Hotel Ayana midplaza, Jakarta, kamis (23/7/2026). Foto: Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Peluang bisnis hijau di Indonesia semakin dilirik dunia. Contohnya Jerman, terus memperkuat kerja sama lingkungan dengan Indonesia.

Negeri Panzer itu menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melalui Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) menggelar Nature+ Indonesia: Biodiversity Business Forum di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Forum ini mendorong investasi berbasis keanekaragaman hayati atau nature-positive economy.

Suara angklung membuka forum yang dihadiri Pemerintah, pelaku usaha dan mitra internasional. Mereka membahas peluang ekonomi hijau yang tetap menjaga kelestarian alam.

Wakil Duta Besar Jerman untuk Indonesia, ASEAN dan Timor-Leste Thomas Graf mengatakan, pertumbuhan ekonomi dunia bergantung pada ekosistem yang sehat. Karena itu, sektor swasta harus ikut terlibat.

Baca juga : Sheila Dara Aisha, Kebaya Penuh Makna Dan Cerita

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pembiayaan publik penting, tetapi investasi swasta sangat krusial,” ujar Graf.

Menurut dia, perusahaan memiliki peran besar membangun rantai pasok berkelanjutan. Dunia usaha juga didorong mengembangkan produk yang ramah terhadap alam.

Antusiasme pelaku usaha pun tinggi. Program Manager Climate and Biodiversity Hub Indonesia GIZ Karin Allgoewer mengungkapkan, lebih dari 200 perusahaan nasional dan internasional telah mendaftar mengikuti forum tersebut.

“Ini menunjukkan besarnya minat dunia usaha untuk berkolaborasi dengan Pemerintah,” kata Karin.

Adsense

Dia menegaskan, lewat forum ini GIZ ingin mendengar langsung kebutuhan dunia usaha agar investasi pada proyek berbasis alam semakin berkembang.

Baca juga : Jadi Jampidsus, Kuntadi Diyakini Mampu Tuntaskan Kasus Febrie

Menurut Karin, tujuan akhirnya adalah menciptakan iklim usaha yang mendukung konservasi alam, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja hijau.

Forum ini juga menjadi langkah awal mengimplementasikan Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025-2045.

Dokumen tersebut menjadi peta jalan pengembangan investasi berbasis keanekaragaman hayati di Indonesia.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Jumhur Hidayat menegaskan, kekayaan hayati Indonesia merupakan aset strategis yang bernilai tinggi. Menurutnya, potensi tersebut harus dikelola secara bijak tanpa merusak ekosistem.

“Isu perubahan iklim dan keanekaragaman hayati bisa menjadi keberkahan jika dikelola melalui kolaborasi dan investasi yang adil,” ujar Jumhur.

Baca juga : Gempur Iran, Trump Tekor 671 Triliun

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLH Rasio Ridho Sani mengatakan, kolaborasi dengan GIZ menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia dalam pengelolaan keanekaragaman hayati.

“Kita ingin menjadikan keanekaragaman hayati sebagai sumber kemakmuran bersama yang dikelola secara berkelanjutan,” katanya.

Rasio berharap, transfer teknologi dan praktik keberlanjutan dari Eropa bisa diterapkan di Indonesia. Dengan begitu, pelestarian alam dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan.

“Ini harus menjadi gerakan berkelanjutan. Indonesia harus kembali menjadi pemimpin dunia dalam pengelolaan keanekaragaman hayati,” pungkasnya. LDU

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Jumat, 24 Juli 2026 dengan judul "200 Perusahaan Siap Garap Ekonomi Nature-Positive Jerman Gandeng Indonesia Kembangkan Investasi Hijau"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense