BREAKING NEWS
 

Dubes Indroyono Soesilo Bertemu Pebisnis Paman Sam, Diskusi Pangan Hingga AI

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 3 Agustus 2026 06:02 WIB
Dubes Indroyono Soesilo (tengah), berfoto bersama jajaran pengusaha Amerika Serikat usai berdiskuai seputar potensi kerja sama bilateral, Rabu (29/7/2026). (Foto: KBRI Washington DC)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia mengeksplorasi peluang kerja sama di sektor pangan, penerbangan, pertambangan, pertahanan, teknologi, hingga pengembangan kecerdasan buatan (Artificial intelligence /AI) untuk meningkatkan hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat (AS), Rabu (29/7/2026). 

Peluang ini dibahas Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk AS Indroyono Soesilo dengan jajaran perusahaan Amerika di Washington, Selasa (28/7/2026), atas inisiatif Dewan Bisnis AS-ASEAN.

“Hubungan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat tidak boleh berhenti pada angka perdagangan,” ujar Dubes Indroyono dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington DC, Jumat (31/7/2026).

Pertemuan ini memperlihatkan luasnya spektrum kepentingan bisnis AS di Indonesia.

Di sektor penerbangan, Dubes Indroyono memaparkan, Boeing memiliki hubungan jangka panjang dengan Indonesia melalui penggunaan pesawat komersial oleh maskapai nasional, sekaligus membuka peluang penguatan rantai pasok dan industri komponen pesawat di dalam negeri.

Baca juga : Dubes Olivier Zehnder Pamit Pulang Kampung Di Resepsi National Day

Sedangkan di bidang pertahanan dan kedirgantaraan, Lockheed Martin menjadi salah satu perusahaan yang melihat peluang kerja sama dalam modernisasi alat utama sistem persenjataan, serta penguatan kapasitas industri nasional.

Sementara di sektor pertambangan, Freeport-McMoRan melalui PT Freeport Indonesia terus menjadi bagian penting dalam pengelolaan sumber daya mineral. Termasuk investasi pada infrastruktur pertambangan dan fasilitas pengolahan serta pemurnian mineral (smelter).

“Sektor pangan juga menjadi salah satu fondasi penting hubungan ekonomi kedua negara,” sambungnya. 

Sedangkan Cargill, lanjut Indroyono, memiliki peran dalam perdagangan komoditas seperti jagung, kedelai dan gandum. Selanjutnya Caterpillar telah memasok peralatan berat untuk sektor pertambangan dan konstruksi di Indonesia sejak 1971.

Adsense

Di sektor konsumsi dan keberlanjutan, PepsiCo menjalankan berbagai inisiatif lingkungan, khususnya pengelolaan kemasan dan penanaman pohon. 

Baca juga : Panglima TNI Siap Bantu Penanganan Sampah Sesuai Perintah Presiden

“Perkembangan teknologi menghadirkan dimensi baru dalam hubungan ekonomi Indonesia dengan Amerika Serikat,” imbuhnya.

NVIDIA, misalnya, terlibat dalam pengembangan talenta AI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Indonesia.

Walmart Foundation turut mendorong penguatan rantai pasok berkelanjutan dan kesejahteraan petani. Sedangkan Chubb berkontribusi dalam pengembangan literasi keuangan dan manajemen risiko.

Direktur Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) New York Tessal Maharizky Febrian dalam pertemuan tersebut memaparkan bahwa investasi AS ke Indonesia pada semester pertama 2026 telah mencapai sekitar 1,7 miliar dolar AS.

Pada 2025, nilai ekspor Indonesia ke AS mencapai 31 miliar dolar AS atau sekitar 11 persen dari total ekspor Indonesia secara global. Sedangkan nilai perdagangan bilateral kedua negara tercatat sebesar 43,8 miliar dolar AS.

Baca juga : Dubes Korsel Yoon Soon-gu Bertemu Megawati Bahas Perdamaian Di Semenanjung Korea

Menurut Dubes Indroyono, angka-angka tersebut menunjukkan bahwa hubungan ekonomi Jakarta dan Washington memiliki fondasi yang kuat, tetapi masih menyimpan ruang pertumbuhan yang jauh lebih besar.

“Dengan pasar domestik yang besar, sumber daya alam yang strategis, posisi geografis yang penting, serta agenda transformasi digital dan industrialisasi yang terus berkembang, Indonesia memiliki peluang mem-perluas kemitraan dengan perusahaan-perusahaan AS,” sebut mantan Menko Bidang Kemaritiman itu.

Namun demikian, dia menyoroti sejumlah hal yang dinilai perlu diperkuat. Antara lain, perlindungan hak cipta dan hak kekayaan intelektual, konsistensi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah, efisiensi logistik, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dubes Indroyono berharap, kerja sama antara Indonesia dan AS membawa Indonesia naik kelas dalam rantai nilai global. Dari pemasok bahan mentah menjadi negara yang semakin kuat dalam industri pengolahan, teknologi, inovasi dan sumber daya manusia. 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense