BREAKING NEWS
 

Operasi Gabungan Washington-Tokyo Di Pasar Valas

Trump Turun Tangan, Yen Bangkit Dari Titik Nadir

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 4 Agustus 2026 06:10 WIB
Presiden AS Donald Trump memegang payung setelah turun dari Air Force One di Pangkalan Militer Joint Base Andrews, Maryland, Amerika Serikat, 2 Agustus 2026. Foto: REUTERS

RM.id  Rakyat Merdeka - Amerika Serikat (AS) akhirnya turun tangan menyelamatkan mata uang Jepang yang tengah sekarat. Washington resmi meluncurkan intervensi bersama di pasar valuta asing (valas) agar yen bangkit, setelah mata uang Negeri Sakura itu ambruk ke titik nadir atau level terendah dalam empat dekade terakhir.

Intervensi dilakukan setelah yen jatuh hingga 163,24 per dolar AS pada bulan lalu, level terendah sejak 1986. Pelemahan yen dipicu kombinasi suku bunga AS yang tinggi, kenaikan harga minyak, dan arus modal keluar dari Jepang.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jepang mengonfirmasi intervensi pembelian yen bersama setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan Washington membantu menopang mata uang Jepang. Hal ini sebagai bentuk persahabatan, sekaligus upaya menjaga stabilitas ekonomi global.

“Mereka memiliki yen yang melemah dan menginginkan sedikit bantuan. Kami selalu ada untuk Jepang,” ujar Trump menjawab pertanyaan wartawan, Minggu (2/8/2026), dilansir Financial Times, Senin (3/8/2026).

Pengumuman tersebut langsung memicu lonjakan nilai tukar yen. Mata uang Jepang menguat hingga 1,4 persen ke level 155,20 per dolar AS, tertinggi dalam hampir tiga bulan.

Baca juga : Nia Ramadhani, Bangga Anak Lolos Barca Academy

Yen juga menguat terhadap mata uang utama lainnya, termasuk euro dan poundsterling.

Kepala Ekonom Jepang Oxford Economics Shigeto Nagai mengatakan, AS bersedia intervensi karena sejalan dengan kepentingan nasionalnya.

“Amerika Serikat setuju berpartisipasi dalam intervensi terkoordinasi karena memberikan prospek manfaat yang signifikan dengan biaya yang relatif rendah,” ujarnya dikutip dari BBC, Senin (3/8/2026).

Adsense

Menurut Nagai, intervensi bersama diperkirakan masih akan dilakukan secara berkala dalam beberapa waktu ke depan.

Dia menilai, efek utama kebijakan tersebut bukan semata berasal dari besarnya nilai intervensi, melainkan dapat menghalangi aksi spekulatif terhadap yen.

Baca juga : Kasus Febrie Adriansyah: Ada Dokumen Disita di Rumah Kebayoran

Pelemahan yen selama ini dipicu oleh perbedaan suku bunga yang lebar antara Jepang dan negara-negara maju lain, khususnya AS. Kondisi tersebut membuat aset berdenominasi yen menjadi kurang menarik bagi investor global.

Bank of Japan terakhir kali menaikkan suku bunga pada Juni menjadi 1 persen, level tertinggi sejak September 1995. Sebaliknya, suku bunga acuan Federal Reserve berada pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen.

Selain faktor suku bunga, Jepang juga menghadapi tantangan struktural berupa penurunan jumlah penduduk usia produktif, produktivitas yang rendah, serta tingginya ketergantungan terhadap impor energi yang dibayar menggunakan dolar AS.

Kemenkeu Jepang menyatakan, intervensi yang dilakukan bersama Departemen Keuangan AS pada Jumat (31/7/2026), bertujuan mengatasi volatilitas berlebihan dan pergerakan yen yang dinilai tidak teratur dalam beberapa bulan terakhir.

Intervensi kali ini merupakan aksi gabungan pertama sejak 2011, ketika Jepang dan sejumlah negara melakukan intervensi untuk melemahkan yen setelah gempa bumi besar dan tsunami yang melanda Jepang timur.

Baca juga : Ditelepon MBS, Trump Batal Serang Iran

Data Bank of Japan mengindikasikan Tokyo kemungkinan telah menggelontorkan hampir 59 miliar dolar AS (Rp 1.061 triliun) untuk membeli yen dalam intervensi di pasar New York pada Kamis (30/7/2026), sebelum intervensi bersama AS dikonfirmasi sehari kemudian. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 4 Agustus 2026 dengan judul "Operasi Gabungan Washington-Tokyo Di Pasar Valas Trump Turun Tangan, Yen Bangkit Dari Titik Nadir"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense