RM.id Rakyat Merdeka - Korban tewas gempa dahsyat M7,4 Kolombia dilaporkan bertambah menjadi 132, Selasa (11/8/2026). Jumlah ini diyakini masih akan meningkat, mengingat banyak warga yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Gempa terbesar Kolombia di sepanjang abad ini terjadi pada Senin (10/8/2026) pukul 07.34 waktu setempat. Pusat gempa berkedalaman 103 km itu berada di dekat Desa San Jose del Palmar, Provinsi Choco. Getarannya dirasakan di wilayah yang sangat luas. Membentang ratusan mil di Kolombia bagian barat.
Ajaibnya, wali kota setempat, Leon Fabio Marin Moncada mengatakan tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka di wilayahnya. Sekalipun jalan keluar masuk desa mengalami kerusakan.
Baca juga : Gempa M7,4 Kolombia Tewaskan 111 Orang 87 Terluka, Terdahsyat Abad Ini
Mayoritas korban jiwa terkonsentrasi di Pereira, wilayah penghasil kopi Kolombia. Kota yang berjarak sekitar 55 km dari pusat gempa ini mengalami kerusakan terparah. Kota-kota di sekitar Pereira dan wilayah Valle del Cauca juga terkena dampak parah.
"Sedikitnya 570 orang terluka akibat gempa tersebut," tulis Asosiasi Ibu Kota Kolombia, Senin (10/8/2026).
Pihak berwenang melaporkan, sedikitnya 67 orang tewas di wilayah metropolitan kota tersebut, dengan 65 bangunan runtuh. Diperkirakan, banyak yang terjebak di 15 bangunan tersebut. Atas situasi ini, jam malam diberlakukan di beberapa bagian kota hingga Selasa (11/8/2026) pukul 05.00 waktu setempat.
Baca juga : KBRI Bogota Gandeng Finalis Miss World Kolombia 2026 Promosikan Budaya Indonesia
Sebanyak 32 bangunan runtuh di Cali, wilayah yang berjarak sekitar 160 km selatan Pereira dan sekitar 200 km dari pusat gempa.
Bandara Rusak
Otoritas penerbangan Kolombia melaporkan kerusakan di beberapa bandara regional, termasuk di Pereira, Manizales, Quibdó, Armenia, Cartago, dan Buenaventura. Di ibu kota Kolombia, Bogota, pepohonan dan lampu lalu lintas berguncang hebat. Namun sejauh ini, belum ada kerusakan serius pada infrastruktur kota.
Getaran gempa terasa hingga ke negara-negara tetangga seperti Venezuela, Ekuador, dan Panama. Gempa ini terjadi kurang dari dua bulan setelah gempa kembar Venezuela yang menewaskan lebih dari 6.300 orang.
Baca juga : Dubes Tatang Razak Dampingi Perjuangan Tim RI Di Ajang IPhO 2026
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella yang baru saja dilantik pada Jumat (7/8/2026), mendeklarasikan situasi bencana nasional sebagai bentuk respons atas situasi ini.
Dukungan Pemimpin Dunia
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, pihaknya memantau dengan cermat gempa Kolombia dan siap memberikan dukungan. Kepala Uni Eropa Ursula von der Leyen mengungkap, pihaknya menerjunkan satelit Copernicus dalam operasi penyelamatan gempa Kolombia.
Sementara Presiden El Salvador, Nayib Bukele, mengirimkan pesan solidaritas kepada rakyat Kolombia serta menawarkan personel dan peralatan untuk upaya penyelamatan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.