Dark/Light Mode

Pilpres Kolombia Masuk Putaran Kedua

Duel Sengit “Si Harimau” Sayap Kanan Dan Kubu Kiri

Selasa, 2 Juni 2026 06:10 WIB
Kandidat presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menyapa warga di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Barranquilla, Kolombia, Minggu (31/5/2026). Foto: REUTERS
Kandidat presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menyapa warga di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Barranquilla, Kolombia, Minggu (31/5/2026). Foto: REUTERS

RM.id  Rakyat Merdeka - Abelardo de la Espriella unggul dalam putaran pertama Pemilihan Presiden (Pilpres) Kolombia, Minggu (31/5/2026). Namun, dia gagal mengamankan kemenangan mutlak, sehingga harus menghadapi kandidat kubu kiri Ivan Cepeda dalam putaran kedua pada 21 Juni mendatang.

Berdasarkan hasil penghitungan suara resmi, Espriella, politikus sayap kanan, meraih sekitar 43,7 persen suara. Sedangkan Cepeda memperoleh sekitar 40,9 persen suara. Tidak ada kandidat yang berhasil menembus ambang batas 50 persen, sehingga pemilihan berlanjut ke putaran kedua.

Hasil tersebut menunjukkan ketatnya persaingan antara kubu kanan dan kiri dalam menentukan arah masa depan negara Amerika Selatan tersebut.

Espriella merupakan pengacara, sekaligus pengusaha yang belum pernah menduduki jabatan publik. Namun dalam beberapa bulan terakhir, namanya melesat berkat kampanye yang menitikberatkan pada isu keamanan, pemberantasan kelompok kriminal dan perang terhadap jaringan narkotika.

Pria berusia 47 tahun itu dikenal sebagai pengagum Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Presiden Argentina Javier Milei dan Presiden El Salvador Nayib Bukele.

Dalam kampanyenya, Espriella menjanjikan pendekatan “tangan besi” terhadap kelompok kriminal dan gerilyawan yang masih aktif di berbagai wilayah Kolombia. Dia juga mengusulkan pembangunan penjara dan operasi militer besar-besaran untuk memulihkan keamanan nasional.

Karena gaya kampanyenya yang agresif, Espriella dijuluki The Tiger atau Sang Harimau oleh para pendukungnya.

Baca juga : Inka Andestha Geram, Digosipin Selingkuhan Arhan

Dalam pidato kemenangan yang berapi-api pada Minggu malam, Espriella tampil dari balik kaca antipeluru di hadapan ribuan pendukungnya. Dia mendukung kehadiran pengawasan internasional terhadap pemungutan suara putaran kedua nanti.

“Biarkan Amerika Serikat dan partai-partai demokratis mengawasi pemilu putaran kedua ini. Saya akan memimpin pertarungan ini. Saya akan menjadi pejuang terbaik Kolombia,” ujar Espriella sambil beberapa kali menepuk dadanya, disambut sorak sorai para pendukung, dikutip dari Associated Press.

Kemenangan Espriella tidak diterima begitu saja oleh kubu lawan. Kandidat Ivan Cepeda dan Presiden Kolombia Gustavo Petro mempertanyakan hasil putaran pertama Pemilu yang diumumkan otoritas setempat.

Keduanya mencurigai proses penghitungan suara. Mereka mengklaim, ratusan ribu suara telah dimanipulasi dan ada campur tangan pihak asing dalam proses Pemilu.

Meski demikian, tuduhan tersebut tidak disertai bukti yang dapat diverifikasi secara independen.

Cepeda masih menunggu proses pemeriksaan dan verifikasi menyeluruh oleh otoritas (Komisi Pemilihan Umum-red) sebelum menerima hasil resmi putaran pertama.

“Hanya setelah komisi penghitungan suara sepenuhnya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, kami akan memberikan komentar mengenai hasil malam ini,” kata Cepeda.

Baca juga : Menag Apresiasi Peran Umat Buddha Jaga Kerukunan

Meski mempertanyakan hasil penghitungan suara, Cepeda mengakui bahwa Pemilu kemungkinan besar akan berlanjut ke putaran kedua karena tidak ada kandidat yang berhasil meraih mayoritas mutlak.

Sikap kubu kiri tersebut memperlihatkan tingginya tensi politik pasca-pemungutan suara.

Sejumlah pengamat menilai, tuduhan manipulasi suara berpotensi memperuncing polarisasi politik yang sudah menguat selama masa kampanye.

Cepeda merupakan sosok penting bagi kelompok progresif dan merupakan sekutu dekat Presiden Gustavo Petro. Dia dikenal sebagai aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) yang selama bertahun-tahun memperjuangkan penyelesaian konflik melalui jalur dialog.

Dalam kampanyenya, Cepeda berjanji melanjutkan agenda reformasi sosial dan ekonomi yang selama ini dijalankan pemerintahan Gustavo Petro. Dia juga mendukung kelanjutan kebijakan “Total Peace” yang mengedepankan negosiasi dengan kelompok-kelompok bersenjata ilegal.

Namun, kebijakan tersebut menuai kritik karena dianggap belum mampu menekan meningkatnya kekerasan di sejumlah wilayah pedesaan Kolombia.

Pemilu kali ini juga dipandang sebagai referendum politik terhadap pemerintahan Gustavo Petro, pemimpin kiri pertama dalam sejarah modern Kolombia.

Baca juga : Tenang, BBM Subsidi Dijamin Nggak Naik

Pemungutan suara berlangsung tepat satu dekade setelah Kolombia menandatangani perjanjian damai bersejarah dengan kelompok gerilyawan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC). Kesepakatan itu telah mengakhiri sebagian besar konflik bersenjata yang telah berlangsung selama puluhan tahun di negara tersebut.

Selama masa pemerintahannya, Gustavo Petro menghadapi kritik terkait perlambatan ekonomi, defisit fiskal, dan memburuknya situasi keamanan di sejumlah daerah. Meski demikian, basis pendukungnya masih cukup kuat dan menjadi modal penting bagi Cepeda menuju putaran kedua.

Sementara, kandidat konservatif Paloma Valencia yang hanya memperoleh sekitar 6,9 persen suara telah menyatakan dukungan kepada Espriella. Dukungan tersebut diperkirakan akan memperkuat posisi kubu kanan dalam pertarungan berikutnya.

“Pemilu hari ini tidak hanya penting bagi kita, tetapi juga bagi seluruh Amerika Latin,” kata Juan Acevedo, sosiolog berusia 62 tahun.

“Pemenang akan menjadi petunjuk bagi kawasan ini apakah kebijakan progresif akan berlanjut atau keadaan akan kembali ke arah kanan,” imbuhnya.

Hasil Pemilu pada 21 Juni mendatang akan menentukan apakah Kolombia bergerak ke arah kebijakan keamanan yang lebih keras atau melanjutkan agenda reformasi sosial yang diusung pemerintahan saat ini. MEL

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 2 Juni 2026 dengan judul "Pilpres Kolombia Masuk Putaran Kedua Duel Sengit “Si Harimau” Sayap Kanan Dan Kubu Kiri"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.