BREAKING NEWS
 

Kemlu: Sentralitas ASEAN Tidak Tergoyahkan

Mesra Di Kremlin, Putin Dan Presiden Myanmar Bestie

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 21 Agustus 2026 06:10 WIB
Presiden Myanmar Min Aung Hlaing (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Selasa (18/8/2026). AP PHOTO/Alexander Zemlianichenko.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kemesraan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Myanmar Min Aung Hlaing tak akan menggoyahkan sentralitas ASEAN. Pemerintah Indonesia memandang interaksi diplomatik tersebut sebagai hak berdaulat Myanmar. Sedangkan penyelesaian krisis Myanmar tetap berada dalam koridor ASEAN dan Five-Point Consensus.

Pertemuan bilateral antara Putin dan Min Aung Hlaing berlangsung di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Selasa (18/8/2026). Kunjungan tersebut merupakan perjalanan resmi pertama Min Aung Hlaing ke Rusia sejak menjabat sebagai presiden pada April 2026.

Pertemuan yang berlangsung di aula berornamen emas itu, dihadiri delegasi tingkat tinggi dari kedua negara.

Baca juga : Syahrini Comeback, Bawa Kau Yang Utama

Putin menyambut Min Aung Hlaing dengan sebutan sahabat dekat (bestie). Yakni hubungan bilateral yang didasarkan pada keadilan, rasa saling menghormati dan manfaat bersama.

“Saya senang mendapat kesempatan untuk kembali bertemu di Rusia dengan sahabat saya, Presiden Republik Persatuan Myanmar U Min Aung Hlaing,” ucap Putin, dilansir media online Moscow Times.

Dia menegaskan, kedua negara memiliki pandangan yang sangat serupa terkait isu-isu internasional. Termasuk penolakan terhadap sanksi ekonomi dan politik kepada Rusia dan Myanmar.

Baca juga : Kepuasan Rakyat AS ke Trump Nyungsep

Duta Besar Indonesia Untuk Lebanon Dicky Komar Rayakan HUT Kemerdekaan Bersama Kontingen Garuda

Rusia diganjar sanksi oleh negara-negara Barat atas perang di Ukraina. Sementara, Myanmar masih terisolasi secara internasional sejak militer merebut kekuasaan dari pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi pada Februari 2021.

Adsense

“Kami konsisten menolak campur tangan organisasi internasional dalam urusan pertahanan dan dalam negeri,” tegas Putin.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense