RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Rusia untuk RI Sergei Tolchenov menegaskan, Kedutaan Besar maupun Kantor Perwakilan Rusia di Jakarta tidak pernah merekrut warga negara Indonesia (WNI) untuk bergabung dengan militer Rusia.
Namun, menurutnya, warga negara asing (WNA) yang telah menetap di Negeri Beruang Merah - baik sebagai pekerja, mahasiswa, maupun wisatawan - dimungkinkan untuk bergabung dengan militer Rusia jika hal tersebut merupakan keinginan pribadi.
"Itu keputusan pribadi mereka masing-masing. Kami tidak meminta siapa pun dan tidak menyebarkan informasi perekrutan di sini," kata Tolchenov kepada wartawan di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Baca juga : 8 WNI Jadi Tentara Rusia Diiming-imingi Gaji Besar
"Saya yakin ini tidak hanya terjadi di pasukan Rusia. Saya cukup yakin ada juga warga Indonesia di sisi lain garis pertempuran. Begitulah kenyataannya. Ada banyak warga asing di militer Rusia, tetapi tidak ada satu pun Kedutaan Besar di luar negeri yang melakukan perekrutan," imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tolchenov juga mengatakan, pihaknya siap membantu Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI untuk menyelidiki kabar mengenai delapan WNI yang diduga direkrut oleh militer Rusia.
"Jika mereka (Kemlu RI) mengajukan pertanyaan kepada kami, tentu kami siap menjelaskan dan bekerja sama. Namun saat ini prosesnya baru dimulai, dan kami belum menerima surat atau permohonan resmi apa pun dari Kemlu RI," ujar Tolchenov.
Pemerintah RI Verifikasi Informasi
Pemerintah RI terus melakukan verifikasi atas informasi mengenai delapan warga negara Indonesia (WNI) yang disebut oleh Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (Foreign Intelligence Service of Ukraine/FISU) telah direkrut untuk bergabung dengan Angkatan Bersenjata Federasi Rusia.
Delapan WNI yang disebut dalam laporan tersebut adalah Yuda Putra Pratama, Haryanto Dwi Kencana, Erwanda, Ngangun Hudri Fadli, Muhammad Syaripudin, M. Hadi Maulana, Wahyu Oktavian Iskandar, dan Helmi Nuraha Hakim.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan, informasi tersebut perlu diverifikasi secara menyeluruh, baik mengenai identitas, status kewarganegaraan, proses perekrutan, maupun bentuk keterlibatan masing-masing WNI.
Baca juga : Dubes Rusia Hormati Sikap RI Abstain Bela Ukraina Di PBB
“Informasi yang disampaikan pihak Ukraina tentu kita cermati. Tetapi, kita tidak boleh langsung mengambil kesimpulan, sebelum seluruh faktanya diverifikasi. Yang harus dipastikan adalah siapa orangnya, bagaimana proses perekrutannya, apa yang ditawarkan kepada mereka, dan apakah benar mereka kemudian masuk ke dalam dinas militer Rusia,” ujar Yusril dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.