BREAKING NEWS
 

WNI Tewas Kecelakaan Kerja di Jepang, Jenazah Segera Dipulangkan

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 5 September 2026 07:35 WIB
Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kabar duka datang dari Jepang. Seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial IK, asal Purworejo, Jawa Tengah, meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di Kota Ootake, Prefektur Hiroshima, Jepang, Rabu (2/9/2026).

"Jenazah almarhum saat ini telah diberangkatkan dari Hiroshima menuju ke Tokyo untuk persiapan pemulangan ke Indonesia," kata Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah, dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Heni Hamidah, IK merupakan peserta program pemagangan Technical Intern Training Program (TITP). Ia telah mengikuti program tersebut sejak Juni 2024.

Baca juga : Dubes Kartini Saksikan Penandatanganan HoA MITJ & Nippon Signal

Korban meninggal setelah mengalami kecelakaan saat bekerja di sebuah pabrik di Kota Ootake. IK dilaporkan terjepit mesin pembuat cat.

Adsense

Heni Hamidah menekankan, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo dan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Osaka langsung melakukan koordinasi dengan Kepolisian Kota Ootake, Prefektur Hiroshima, serta pihak-pihak terkait.

Saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap kronologi dan faktor yang menyebabkan kecelakaan kerja tersebut.

Baca juga : Angklung Masuk Kurikulum SMA Gifu Special Needs School Jepang

Berdasarkan informasi kepolisian setempat yang dikutip dari media Jepang, Kyodo, panggilan darurat diterima sekitar pukul 22.20 waktu setempat. Laporan menyebut seorang pria mengalami pendarahan setelah lehernya terjepit di dalam mesin pencampur di pabrik Toda Kogyo Corp di Kota Ootake.

Korban kemudian diidentifikasi sebagai Indra Kurniawan, pria berusia 21 tahun. Kepolisian menyebut korban saat itu bekerja seorang diri dalam proses produksi cat. Mesin pencampur yang digunakan memiliki diameter dan kedalaman sekitar 1,5 meter.

Tidak ada saksi mata dalam insiden tersebut. Polisi masih menyelidiki kasus ini, antara lain dengan memeriksa rekaman kamera pengawas.

Baca juga : Rang Minang Baralek Gadang Di Tokyo, Kenalkan Budaya Dan Kuliner Sumbar

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense