Dark/Light Mode

Dubes Kartini Saksikan Penandatanganan HoA MITJ & Nippon Signal

Senin, 17 Agustus 2026 06:00 WIB
Duta Besar Indonesia untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir (kedua kanan) berfoto usai menyaksikan penandatanganan kerja sama antara PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (PT MITJ) dan Nippon Signal Co., Ltd, di Tokyo, Jepang, 3 Agustus 2026. (Foto KBRI Tokyo)
Duta Besar Indonesia untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir (kedua kanan) berfoto usai menyaksikan penandatanganan kerja sama antara PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (PT MITJ) dan Nippon Signal Co., Ltd, di Tokyo, Jepang, 3 Agustus 2026. (Foto KBRI Tokyo)

RM.id  Rakyat Merdeka - DUTA BESAR (Dubes) untuk Jepang dan Federasi Mikronesia Nurmala Kartini Sjahrir menyaksikan penandatanganan Head of Agreement (HoA) antara PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (PT MITJ) dan Nippon Signal Co., Ltd. Kerja sama ini terkait telekomunikasi dan teknologi transportasi di Indonesia.

Penandatanganan dilakukan di Tokyo, Jepang, pada 3 Agustus 2026, difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo.

PT MITJ diwakili Direktur Utama Fuad I. Z. Fachroeddin. Sedangkan Nippon Signal diwakili Overseas Manager Kota Kinugasa.

Kerja sama ini fokus pada tek¬nologi telekomunikasi dan persinyalan. Tujuannya memperkuat keselamatan dan modernisasi transportasi kereta api di Indonesia.

Dubes Kartini mengatakan, kerja sama Indonesia-Jepang di sektor transportasi sudah teruji. Salah satunya lewat pembangunan MRT Jakarta.

Baca juga : Dubes Kartini Salurkan Bantuan Untuk WNI Terdampak Gempa Kumamoto

Menurutnya, kerja sama kini memasuki tahap baru. Salah satunya melalui proyek MRT Jakarta Fase 3 Jalur Timur-Barat.

Proyek tersebut mendapat dukungan pinjaman Official Development Assistance (ODA) Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA). Nilai pinjaman itu mencapai lebih dari 140 miliar yen atau sekitar Rp 15,4 triliun (kurs 1 yen=Rp 109,91).

“MRT Jakarta adalah simbol nyata persahabatan Indonesia dan Jepang,” kata Dubes Kartini.

Dia menegaskan, kerja sama kedua negara tidak hanya soal pembangunan infrastruktur. Teknologi keselamatan dan persinyalan juga menjadi perhatian.

KBRI Tokyo siap menjadi jembatan bagi setiap kemitraan Indonesia-Jepang yang lahir dari forum ini,” ujarnya.

Baca juga : Angklung Masuk Kurikulum SMA Gifu Special Needs School Jepang

Fuad I. Z. Fachroeddin mengatakan, kerja sama dengan Nippon Signal sangat strategis. Kerja sama ini diharapkan menghadirkan standar keselamatan kereta api kelas dunia di Jabodetabek.

“Presisi teknologi Jepang yang dipadukan dengan kebutuhan Indonesia akan melahirkan sistem transportasi yang lebih aman, andal dan terintegrasi,” kata Fuad.

Selain penandatanganan kerja sama, pada kesempatan itu juga dibahas pula mengenai proyek MRT Jakarta Fase 3 Jalur Timur-Barat.

Delegasi Indonesia bertemu langsung dengan sejumlah perusahaan Jepang. Mereka menjajaki peluang kerja sama di bidang konstruksi dan teknologi.

Forum ini mempertemukan PT MITJ dan PT Duta Sarana Perkasa dengan lebih dari 10 perusahaan Negeri Sakura.

Baca juga : Temui Gubernur Osaka Bahas Penguatan Kerja Sama Dan World Health Expo

Pembahasan mencakup proyek Precast Tunnel Segment MRT Jakarta. Ada pula pembahasan soal Transit Oriented Development (TOD) dan teknologi perkeretaapian.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong investasi Jepang ke Indonesia. Kerja sama tersebut juga diharapkan mempercepat alih teknologi, sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dan Jepang di bidang transportasi. 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.