Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Bangun 29 Bendungan, Waskita Karya Perkuat Ketahanan Pangan Dan Ekonomi Daerah
- Terima Ancaman Bom, SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel Disisir Densus 88
- TikTok Perkuat Transparansi dan Literasi Konten Buatan AI
- PGN Sebut Jaringan Gas Sumatera Makin Kuat, Investor Diajak Lihat Langsung
- Disebut sebagai Sahabat, Kapolri Panggil Jaksa Agung Kakak Asuh
Angklung Masuk Kurikulum SMA Gifu Special Needs School Jepang
Senin, 13 Juli 2026 06:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Alat musik tradisional angklung resmi menjadi bagian dari kurikulum pembelajaran musik bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Gifu Special Needs School, sekolah luar biasa di Jepang, mulai tahun ajaran 2026.
Penerapan tersebut menjadi wujud nyata penguatan diplomasi budaya Indonesia melalui kerja sama pendidikan inklusif dengan Negeri Sakura itu.
Masuknya angklung ke dalam kurikulum tersebut, diperkuat dengan penyerahan hibah satu set angklung dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo kepada Gifu Special Needs School.
Dalam keterangan pers KBRI Tokyo, penyerahan hibah dilakukan secara daring pada 6 Juli 2026 dengan menghubungkan UPI di Bandung, Gifu Special Needs School di Prefektur Gifu dan KBRI Tokyo.
Baca juga : PKB Dukung Perbaikan Kurikulum Dan Tata Kelola Pesantren
Rektor UPI Didi Sukyadi mengatakan, mulai tahun ini angklung diajarkan kepada siswa kelas II dan III SMA di sekolah luar biasa tersebut. Ke depan, pembelajaran angklung diharapkan diperluas hingga kelas I SMA, SMP, bahkan sekolah dasar di Prefektur Gifu.
“Saya percaya angklung akan masuk ke lebih banyak jenjang pendidikan. Suara angklung akan terdengar dari sekolah-sekolah luar biasa hingga sekolah umum di Jepang,” ujar Didi.
Menurutnya, angklung tidak hanya mengajarkan musik, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, inklusivitas dan harmoni karena alat musik tersebut dimainkan secara bersama-sama.
Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir mengatakan, masuknya angklung ke dalam kurikulum sekolah menjadi bukti eratnya hubungan masyarakat Indonesia dan Jepang melalui diplomasi budaya.
Baca juga : Pentingnya Kurikulum Literasi Digital Di Sekolah
“Penggunaan angklung dalam pendidikan inklusif menunjukkan bagaimana kebudayaan dapat menjadi media pembelajaran karakter, sekaligus mempererat hubungan antarbangsa,” kata Kartini.
Kepala Gifu Special Needs School Sachi Sumi mengatakan, para siswa sangat menikmati pembelajaran menggunakan angklung. “Instrumen ini mudah dimainkan, membantu mereka memahami ritme, dan memungkinkan seluruh siswa bermain musik bersama,” ujarnya.
Assistant Professor Gifu University Yoshitaka Suzuki menilai, angklung merupakan instrumen yang sangat cocok diterapkan dalam pendidikan luar biasa karena sederhana dimainkan, namun mampu melatih koordinasi, komunikasi dan kerja sama antarsiswa.
Program ini merupakan hasil kerja sama yang telah dibangun sejak 2022 antara UPI, KBRI Tokyo, serta berbagai institusi pendidikan di Prefektur Gifu.
Baca juga : CIMSA Dorong Pendidikan Seksual Masuk Kurikulum Sekolah
Selain hibah alat musik, kerja sama juga mencakup pelatihan guru, lokakarya seni, hingga pengembangan metode pembelajaran angklung bagi pendidikan khusus.
Pada 2025, metode pembelajaran angklung telah diperkenalkan kepada lebih dari 500 guru sekolah luar biasa dari tujuh prefektur di Jepang. Penguatan diplomasi kebudayaan berbasis pendidikan inklusif ini, diproyeksikan terus meluas pada 2026 melalui keterlibatan tim delegasi Indonesia dalam berbagai festival kebudayaan internasional di kota-kota strategis Jepang, seperti Gifu, Toyota, dan Nagoya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya