BREAKING NEWS
 

Soal WNI Jadi Tentara Bayaran

Kedubes Rusia & Ukraina Di Jakarta Kasih Penjelasan

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Senin, 7 September 2026 07:40 WIB
Ilustrasi tentara Rusia. (Foto: AI/Chatgpt)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia dan Ukraina di Jakarta berbicara soal dugaan sejumlah WNI direkrut menjadi tentara bayaran Rusia untuk bertempur di medan perang.

Kedutaan Besar (Kedubes) Ukraina di Jakarta lebih dulu mengingatkan warga Indonesia agar berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan, pendidikan, maupun kesempatan lain yang berkaitan dengan Rusia dan berpotensi menyeret mereka ke dalam konflik bersenjata. Ukraina menyebut, warga negara asing yang secara sukarela bergabung dengan militer Rusia untuk berperang melawan Ukraina, dapat menghadapi konsekuensi hukum.

Kedubes Ukraina juga menegaskan, para tawanan perang akan diperlakukan sesuai hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa.

Baca juga : Periksa Anggota DPRD Bengkulu, KPK Dalami Aliran Uang

Mereka juga menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia untuk mencegah WNI menjadi bagian dari pasukan Rusia yang disebut Ukraina sebagai pasukan pendudukan.

Pernyataan tersebut langsung dibalas Kedubes Rusia di Jakarta. Moskow menilai tudingan Ukraina sebagai bagian dari kampanye disinformasi.

Rusia menyatakan, keberadaan WNI di Rusia dengan menggunakan e-visa maupun kartu migrasi untuk keperluan wisata tidak dapat dijadikan bukti bahwa mereka bergabung dengan militer Rusia. Sebaliknya, Kedubes Rusia menuding Ukraina justru aktif merekrut tentara bayaran asing.

Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Perlu Ada Peringatan Dari Pemerintah

Rusia juga menyampaikan sejumlah klaim mengenai korban perang di pihak Ukraina. Menurut Moskow, korban tewas telah mencapai lebih dari 700 ribu orang, sedangkan korban luka sekitar 1 juta orang.

Rusia turut mengklaim tentara Ukraina dalam jangka panjang bisa terdiri dari 30 hingga 50 persen warga negara asing. Moskow menyebut puluhan ribu warga asing telah bergabung dengan militer Ukraina dan sebagian di antaranya tewas, termasuk warga negara Indonesia.

Adsense

Kedubes Rusia juga menuding adanya perlakuan buruk dan penyiksaan terhadap tawanan perang Ukraina.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense