Dark/Light Mode

Pantau Langsung Harga & Pasokan Ke Lapangan

Bulog Siap Guyur Pasar 110 Ribu Ton Beras Ekstra

Senin, 7 September 2026 06:40 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melakukan inspeksi dadakan (sidak)  mengecek kondisi pasar di Jakarta Timur, Sabtu (5/9/2026). (Foto: Dok. Perum Bulog)
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melakukan inspeksi dadakan (sidak) mengecek kondisi pasar di Jakarta Timur, Sabtu (5/9/2026). (Foto: Dok. Perum Bulog)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perum Bulog mengerahkan seluruh jajarannya turun langsung ke pasar di berbagai daerah memantau harga dan ketersediaan beras. Kegiatan itu diyakini penting untuk mengambil langkah-langkah dalam menyikapi mulai melandainya produksi beras seiring memasuki musim gadu (tanam).

Operasi pasar itu juga dilakukan Bulog sekaligus untuk mengecek efektivitas penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani turun langsung mengecek kondisi pasar di Jakarta Timur, Sabtu (5/9/2026). Ia mendatangi Pasar Jatinegara dan Pasar Rawamangun, Jakarta Timur, yang menjadi titik penyaluran beras SPHP.

Baca juga : Diingatkan Tak Asbun Lempar Wacana, Dishub Tarik Usulan Kenaikan Tarif Parkir

Rizal mengecek harga dan ketersediaan beras sekaligus memastikan penyaluran SPHP berjalan di lapangan. Setelah blusukan, Rizal bersama jajaran direksi Bulog dan Direktur Ketersediaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Maino Dwi Hartono melakukan koordinasi melalui Zoom dengan seluruh pimpinan wilayah dan cabang Bulog.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk menggerakkan operasi pasar secara serentak di seluruh Indonesia melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Jajaran Bulog diminta mengecek harga, ketersediaan, dan distribusi beras di wilayah masing-masing, serta memastikan intervensi yang dilakukan benar-benar efektif.

“Operasi pasar ini merupakan langkah konkret Bulog menjaga stabilitas pangan dengan memantau kondisi pasar langsung, sehingga kenaikan harga dan gangguan pasokan dapat diantisipasi sejak dini,” ujar Rizal di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Baca juga : Jungkirbalikkan Napoli, Inter Menghibur Italia

Pengawasan dilakukan secara preventif dengan melibatkan Satgas Pangan, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, pengelola pasar, dan pemangku kepentingan lainnya. Langkah tersebut ditujukan agar persoalan harga dan pasokan bisa diketahui lebih cepat sebelum berkembang menjadi tekanan yang lebih besar.

Per 5 September 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikuasai Bulog mencapai sekitar 4,9 juta ton dan tersebar di gudang-gudang seluruh Indonesia. Sementara itu, realisasi penyaluran beras SPHP sepanjang 2026 hingga tanggal yang sama mencapai sekitar 756 ribu ton.

Bulog juga menyiapkan tambahan pasokan 110 ribu ton beras untuk disalurkan dalam satu bulan. Jumlah tersebut terdiri dari 75 ribu ton beras premium dan 35 ribu ton beras medium melalui pasar dan ritel modern.

Baca juga : Fabio Di Giannantonio, Belum Bisa Move On Dari Racing Team VR46

Tambahan pasokan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketersediaan beras di pasar. Namun, derasnya aliran SPHP di tingkat konsumen masih menjadi tantangan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.