RM.id Rakyat Merdeka - Jarak Indonesia dan Kanada terbentang ribuan kilometer. Namun, di tengah dinamika geopolitik Indo-Pasifik, jarak bukan lagi penghalang untuk membangun kemitraan. Salah satunya kemitraan strategis di bidang pertahanan.
Bagi Kanada, Indonesia merupakan salah satu negara penting di kawasan. Keduanya sama-sama memiliki ruang untuk berkontribusi sebagai middle power (kekuatan menengah). Bukan dengan menyaingi negara-negara besar, melainkan melalui kerja sama, dialog dan kemampuan untuk saling mendukung.
Pandangan itu disampaikan Perwakilan Militer Senior Kanada untuk Indo-Pasifik Letnan Jenderal Derek (Max) Macaulay dalam Media Roundtable di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
“Middle powers dapat saling mendukung,” ujar Macaulay.
Macaulay juga menilai jarak geografis tidak menentukan kualitas sebuah kemitraan. “Dunia saat ini semakin saling terhubung. Karena itu, para mitra harus saling menghormati, tetapi juga harus menjaga kemitraan tersebut secara konsisten dalam jangka panjang,” ujarnya.
Macaulay berada di Jakarta pada 21-24 September 2026. Selama di Jakarta, dia melakukan kunjungan ke Kementerian Pertahanan (Kemhan). Kunjungan tersebut tidak terlepas dari tugasnya sebagai Perwakilan Militer Senior Kanada untuk Indo-Pasifik, posisi yang relatif baru.
Kantornya berada di Manila, Filipina. Dia merupakan perwira tinggi bintang tiga yang secara khusus ditempatkan di kawasan untuk memperkuat hubungan pertahanan Kanada dengan negara-negara Indo-Pasifik, termasuk Indonesia.
Ada tiga hal utama yang menjadi tugasnya. Pertama, memperkuat hubungan. Kedua, mendengarkan kebutuhan para mitra dan menyelaraskan tindakan Kanada dengan kebutuhan tersebut. Ketiga, mendukung mitra ketika dibutuhkan. Bagi Macaulay, hubungan tersebut bukan hubungan satu arah.
Baca juga : Olla Ramlan, Kaget Dipanggil “Istri” Oleh Pacar
“Bagi kami, kemitraan bukan sesuatu yang dibangun hanya ketika kita dibutuhkan. Kita harus menjadi mitra dan sahabat terlebih dahulu sebelum saat kita membutuhkan satu sama lain,” ujar Macaulay yang siang itu tampak gagah memakai seragam warna biru muda.
Karena itu, keberadaan Macaulay di kawasan menjadi bagian dari investasi Kanada dalam membangun hubungan jangka panjang.
Kanada mulai memperkuat keterlibatannya di Indo-Pasifik setelah meluncurkan Strategi Indo-Pasifik pada 2022. Strategi tersebut dirancang untuk membangun keterlibatan yang berkelanjutan dengan sejumlah mitra strategis, termasuk Indonesia.
Bagi Macaulay, hubungan antarnegara tidak seharusnya dibangun ketika sebuah negara sedang membutuhkan bantuan. Justru sebaliknya, kemitraan harus dibangun jauh sebelum krisis atau kepentingan bersama muncul.
“Kita harus menjadi mitra dan sahabat terlebih dahulu sebelum saat kita membutuhkan satu sama lain,” ungkapnya.
Suasana Diskusi Cair
Di sela-sela kunjungannya ke Jakarta, Macaulay meluangkan waktu bertemu dengan sejumlah media Tanah Air, termasuk Rakyat Merdeka.
Pertemuan berlangsung dalam suasana yang jauh dari kesan kaku. Pembicaraan terasa hangat dan cair. Khas cara Indonesia menyambut tamu, air minum dan camilan tersaji. Tidak ada jarak kaku antara sang Jenderal dan wartawan. Sesekali pembicaraan diselingi gurauan ringan, sehingga diskusi tentang geopolitik dan pertahanan terasa lebih santai.
Sisi lain dari diplomasi pertahanan terlihat jelas dari penampilannya. Alih-alih mengenakan seragam loreng, dia mengenakan kemeja service dress resmi dengan atasan warna biru muda dan celana hitam yang simpel. Gaya berpakaian ini memperkuat posisinya yang tidak hanya fokus pada kekuatan taktis, tetapi juga pada pendekatan persuasif dan hubungan internasional antarnegara.
Baca juga : Semua Partai Cegah Capres Tunggal
Tak hanya itu, cara dia berbicara lebih menyerupai diplomat. Dia berhati-hati memilih kata, banyak mendengar dan berulang kali menekankan pentingnya membangun kemitraan.
Pada awal perbincangan, dia bercerita tentang pengalamannya melihat beragam budaya. Menurut dia, Kanada dan kawasan Indo-Pasifik sama-sama merupakan semacam mosaik, terdiri atas negara-negara dengan karakter, perspektif dan keunggulan masing-masing.
“Indonesia, bahkan menghadirkan keragaman yang lebih besar. Dari keberagaman itulah, setiap negara memiliki sesuatu yang bisa dipelajari dan ditawarkan kepada negara lain,” jelasnya.
Tak lupa, Macaulay menyampaikan ucapan duka atas korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam konteks itu, dia menyebut Kanada dan Indonesia sama-sama memiliki pengalaman menghadapi bencana alam.
Macaulay menilai, pengalaman tersebut dapat menjadi ruang untuk saling belajar, terutama dalam penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan.
RI Memiliki Peran Sentral
Setelah puluhan tahun berada di dunia militer, Macaulay mengaku mendapat kesempatan untuk melihat berbagai kawasan dunia. Dia pernah bertugas di Korea Selatan sebagai Deputi Komandan United Nations Command.
Sebelumnya, ayah satu anak ini juga pernah menjalankan tugas di Timur Tengah sebagai Wakil Direktur Operasi United States Central Command.
Pengalaman itu membuatnya melihat Indo-Pasifik sebagai kawasan yang memiliki dinamika, sekaligus peluang besar. Dalam peta tersebut, Indonesia menempati posisi penting.
Baca juga : Hasil Survei Parpol Terbaru, Gerindra Nyalip PDIP
Menurut pria bergelar Master dari The Royal Military College of Canada and the United States Army War College, Indonesia memiliki peran sentral, khususnya di Asia Tenggara, sekaligus dalam konteks Indo-Pasifik yang lebih luas.
Dia mengatakan, Indonesia memiliki reputasi sebagai mitra yang dipercaya, terbuka terhadap berbagai pandangan, serta mengedepankan diplomasi berbasis konsensus dan dialog.
Karakter tersebut menjadi salah satu alasan Kanada melihat Indonesia sebagai mitra penting. Kanada merupakan mitra strategis ASEAN. Karena itu, hubungan dengan Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dari hubungan Kanada dengan ASEAN.
Macaulay menilai, pendekatan yang menghargai perbedaan perspektif menjadi penting dalam membangun kerja sama di kawasan. “Tidak semua negara memiliki perspektif yang sama. Tetapi kita bisa tetap bekerja sama, berdialog, dan saling menghormati,” katanya.
Kerja sama pertahanan menjadi salah satu ruang nyata bagi hubungan Indonesia-Kanada. Kanada telah meningkatkan partisipasinya dalam Super Garuda Shield dalam tiga tahun terakhir. Namun, Macaulay tidak ingin mengukur hubungan dari seberapa besar kontribusi Kanada dibandingkan dengan negara lain.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney, kata Macaulay, juga berbicara mengenai peran middle powers dan apa yang dapat mereka lakukan untuk saling mendukung.
Indonesia dan Kanada memang berada di dua sisi dunia yang berbeda. Namun, jarak geografis tidak menghilangkan kepentingan untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.