BREAKING NEWS
 

Tuntut Perbaikan Fasilitas Pendidikan

Tiru Prancis, Pelajar Belgia Turun Ke Jalan

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 9 Oktober 2026 06:25 WIB
Demonstran di Liège, Belgia, berupaya memadamkan api yang membakar sebuah kios koran, Rabu (7/10/2026). Foto: Reuters.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ratusan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Liege, Belgia, turun ke jalan menuntut perbaikan fasilitas pendidikan. Gerakan demonstrasi ini meniru aksi yang sudah dilakukan pelajar di Prancis sepanjang pekan lalu.

Pelajar di Belgia mengeluhkan biaya sekolah yang tinggi tidak sesuai dengan fasilitas yang didapat. Mereka mengeluhkan ruang kelas yang sempit, tenaga pengajar terbatas dan sanitasi gedung sekolah buruk.

Demonstran juga merasa, sekolah mempersulit para siswa yang ingin mendapatkan materi pembelajaran. Mereka membawa poster berisi slogan-slogan seperti “Situasi ini kacau, kami memperjuangkan hak!” ada juga yang menulis “Ini bukan tuntutan yang berlebihan!” dan “Kami ingin belajar, bukan pertarungan Hunger Games!!”

Video-video yang beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir memperlihatkan pecahan kaca, kobaran api dan ratusan pengunjuk rasa, yang sebagian besar berusia sekitar 15-19 tahun, di Liege.

Dilansir Reuters, Kamis (8/10/2026), 107 pendemo dilaporkan diamankan polisi pada Rabu (7/10/2026). “Kami saling mendukung karena kami menghadapi masalah yang kurang lebih sama,” ujar Alfred, seorang pelajar di Liege berusia 19 tahun.

Baca juga : Proyek Infrastruktur Vital Butuh Kepastian Anggaran

Amelia Di Salve, yang juga berusia 19 tahun dan sedang menempuh pendidikan untuk menjadi guru, mengatakan, gerakan mahasiswa di Belgia bermula pada awal tahun ini dan kembali bergairah setelah para mahasiswa melihat aksi unjuk rasa di Prancis.

“Saat kami melihat tidak ada perubahan tanpa adanya protes, kami memutuskan memulai aksi juga. Prancis memang sedikit mempengaruhi kami,” ucap Di Salve dikutip dari Reuters, Kamis (8/10/2026).

Wali Kota Liege Willy Demeyer berharap, situasi kembali tenang dan dialog dapat terjalin.

Adsense

“Saya ingin kaum muda dapat menyampaikan aspirasi mereka secara damai dan jika memungkinkan, aspirasi tersebut didengar,” ujar Demeyer kepada stasiun televisi lokal, RTBF, Rabu (7/10/2026).

Demonstrasi para pelajar pada Rabu (7/10/3026) merupakan aksi susulan serupa yang dilakukan tenaga pengajar di Brussels, pada Juni lalu. Saat itu, mereka menyuarakan terkait reformasi pendidikan. Termasuk kenaikan biaya kuliah bagi sebagian besar mahasiswa di komunitas penutur bahasa Prancis di Belgia dari 835 euro (Rp 16,7 juta) menjadi 1.194 euro (Rp 23,9 juta).

Baca juga : Skandal Mantan Bos Milan

Aksi Di Menara Eiffle

Protes pelajar terhadap buruknya kondisi pendidikan meluas di sejumlah kota Prancis, Kamis (1/10/2026). Selain memblokade sekolah, para siswa membakar tempat sampah dan terlibat bentrokan dengan polisi hingga ratusan orang ditahan. Aksi tersebut juga menyebabkan sejumlah kepala sekolah mengalami cedera dan serangan selama blokade sekolah.

Aksi kekerasan juga terjadi di SMA Saintexupery di Marseille. Ratusan anak muda mengepung mobil pemadam kebakaran yang datang untuk memadamkan api.

Di Nantes, petugas pemadam kebakaran memadamkan api di pintu masuk sebuah sekolah menengah. Pejabat pendidikan regional mengatakan, aksi tersebut ditandai dengan kekerasan terhadap staf.

Di Strasbourg, layanan trem dihentikan untuk membatasi pergerakan perusuh dan demonstran. Para siswa juga membakar penghalang yang dipasang di jalur trem.

Baca juga : Marc Marquez Vs Jorge Martin, Rebutan Takhta Mandalika

Menurut polisi, tercatat 340 orang demo, Kamis pagi itu. Polisi menyatakan, lebih dari 160 sekolah ditutup akibat aksi tersebut.

Perdana Menteri (PM) Prancis Sebastien Lecornu juga menggelar rapat darurat. Dia meminta para menteri membatalkan perjalanan dinas yang akan datang agar Pemerintah fokus menangani demonstrasi. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Jumat, 9 Oktober 2026 dengan judul "Tuntut Perbaikan Fasilitas Pendidikan Tiru Prancis, Pelajar Belgia Turun Ke Jalan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense