BREAKING NEWS
 

Kolaborasi Pendidikan & Riset Dengan Indonesia

Jerman Bidik Talenta Unggul Melalui Akademik

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 26 Oktober 2026 07:20 WIB
Wakil Duta Besar Jerman untuk Indonesia Oliver Sperling (kanan) dan Presiden DAAD Joybrato Mukherjee (kiri) pada cara konferensi pers Pertukaran Pelajar dan Peneliti Jerman-Indonesia di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Jumat (23/102/2026). (Foto: Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Jerman bersama German Academic Exchange Service (DAAD) mempertegas komitmennya untuk memperdalam kerja sama pendidikan tinggi dan riset dengan Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama dengan Wakil Duta Besar Jerman untuk Indonesia Oliver Michael Sperling dan Presiden DAAD Joybrato Mukherjee di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Sperling menyadari, kemitraan akademik kedua negara yang dibangun di atas pemahaman bersama amatlah penting. Menurutnya, investasi pada pendidikan dan sumber daya manusia merupakan kunci masa depan bagi kerja sama Jerman dan Indonesia.

Rekam jejak pendidikan tinggi Jerman turut membentuk nama-nama besar di Indonesia. Mulai dari Presiden ke-3 RI B.J. Habibie di industri kedirgantaraan hingga perintis industri data center Otto Toto Sugiri.

Baca juga : Terima Delegasi Parlemen Jerman, Stafsus Menag Paparkan Komitmen Prabowo soal Kerukunan

“Ini menunjukkan kerja sama akademik bukan sekadar tentang mobilitas. Melainkan tentang membangun kapasitas, menciptakan peluang dan menghubungkan mereka yang dapat membawa perubahan bagi masyarakatnya,” ujar Sperling.

Bagi mahasiswa dan peneliti asal Indonesia, Jerman merupakan salah satu destinasi impian dan ruang terbuka lebar untuk belajar. Kombinasi kualitas akademik dunia dan iklim riset yang bebas menjadi daya tarik utamanya.

Mukherjee mengungkapkan, Jerman saat ini menampung lebih dari 426.000 mahasiswa internasional dan calon doktor. Termasuk lebih dari 5.000 mahasiswa asal Indonesia.

Adsense

Karena itu, Mukherjee terus mendorong pemuda Indonesia untuk memanfaatkan peluang studi dan penelitian di Jerman.

Baca juga : AfD Dan BSW Desak Jerman Stop Bantuan Militer Untuk Ukraina

“Kami menawarkan beragam pilihan universitas, universitas ilmu terapan, serta universitas seni dan musik. Termasuk hampir 2.000 program magister yang diajarkan dalam bahasa Inggris,” ungkapnya.

Sebagian besar universitas publik di Jerman tidak mengenakan biaya kuliah umum (tuition-free) karena ditanggung anggaran publik. Selain itu, DAAD juga menyediakan dukungan finansial untuk membantu biaya hidup mahasiswa.

Menurutnya, kolaborasi akademik antara Jerman dan Indonesia telah berlangsung lebih dari 70 tahun dengan hadirnya kantor DAAD di Jakarta sejak 1990. Saat ini, terdapat sekitar 190 kemitraan yang menghubungkan universitas di Jerman dengan hampir 70 perguruan tinggi di Indonesia.

Pada tahun 2025, DAAD mendukung lebih dari 600 warga Indonesia yang menempuh studi dan penelitian di Jerman, serta hampir 250 mahasiswa dan peneliti dari Jerman di Indonesia.

Baca juga : Dubes Jerman Untuk Indonesia Ralf Beste Nobar Film Di Gelaran SFF 2026

Ke depan, kedua negara juga fokus menangani tantangan global melalui riset bersama di bidang perubahan iklim, keanekaragaman hayati, pembangunan berkelanjutan, digitalisasi dan kecerdasan buatan.

Untuk mendukung hal tersebut, skema pendanaan bersama (co-financing) dan kelompok kerja bersama (joint working group) antara kementerian terkait di Indonesia dan DAAD tengah disiapkan.

Mukherjee meyakini, kekuatan terbesar dari kemitraan ini terletak pada jalinan antarmanusia (people-to-people contact). [LDU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense