Sebelumnya
Mencegah Kemunduran Berpikir Kritis
Yahya juga mengingatkan bahwa ketergantungan berlebihan pada AI berisiko melemahkan kemampuan manusia untuk berpikir mandiri. Kemudahan memperoleh jawaban secara instan dapat membuat proses analisis, kreativitas, dan pengembangan gagasan orisinal semakin terabaikan apabila tidak diimbangi pendidikan yang tepat.
Baca juga : Dua Tahun Prabowo, Sumut Surplus Beras 27.633 Ton, Cabe Melimpah
Dia mengaitkan persoalan tersebut dengan warisan intelektual peradaban Islam yang melahirkan pemikir dan ilmuwan seperti Al-Khawarizmi, Suhrawardi, Mulla Sadra, dan Allamah Tabatabai.
Menurutnya, tradisi keilmuan Islam seharusnya mendorong umat untuk terus mengembangkan pemikiran, bukan sekadar menggunakan hasil pengetahuan yang telah tersedia.
Baca juga : PAN Sumatera Utara Resah Dengan Peredaran Narkoba
Karena itu, sistem pendidikan perlu memastikan bahwa pemanfaatan AI tidak menghilangkan kemampuan peserta didik untuk mempertanyakan informasi, membangun argumentasi, dan menghasilkan pemikiran baru.
Konferensi SICIESST 2026 ini menghadirkan akademisi, pembicara, dan peneliti dari sejumlah negara, antara lain negara-negara Afrika, Afganistan, Malaysia, dan Iran.
Baca juga : Tarik Tombur Toba, Lestarikan Kuliner dan Budaya Sumatera Utara
Mengusung tema "Memajukan Pengetahuan dan Peradaban Manusia di Era AI: Integrasi Nilai-Nilai Islam, Inovasi Inklusif, dan Masa Depan yang Berkelanjutan", forum tersebut membahas tantangan pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban di tengah transformasi teknologi.
Yahya mengajak dunia Islam mengambil peran lebih aktif dalam menentukan arah perkembangan AI. Menurut dia, masa depan umat tidak cukup ditentukan oleh kemampuan mengakses teknologi, tetapi juga oleh kapasitas menghasilkan pengetahuan, mengkritisi landasan filosofis teknologi, dan merumuskan prinsip etika yang berpihak pada kemanusiaan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.