Dark/Light Mode

Dukung Polri Bongkar Jaringan Narkoba

PAN Sumatera Utara Resah Dengan Peredaran Narkoba

Selasa, 27 Oktober 2026 06:45 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto (kedua kiri) bersama Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama (keenam kanan), dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (kiri) menunjukkan barang bukti (barbuk) saat pengungkapan narkotika jenis ketamin di Belawan, Medan, Sumatera Utara, Jumat (23/10/2026). (Foto: Humas Polri)
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto (kedua kiri) bersama Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama (keenam kanan), dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (kiri) menunjukkan barang bukti (barbuk) saat pengungkapan narkotika jenis ketamin di Belawan, Medan, Sumatera Utara, Jumat (23/10/2026). (Foto: Humas Polri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengapresiasi keberhasilan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto beserta jajarannya, dalam pemberantasan jaringan narkotika di wilayah Sumut dan Aceh. Terlebih, para pelaku ini diduga kuat terafiliasi dengan jaringan narkoba internasional lintas negara.

Sekretaris PAN Sumut, Dedi Irawan menilai, keberhasilan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto beserta jajarannya dalam pemberantasan jaringan narkoba di Sumut dan Aceh, patut mendapat apresiasi dan dukungan. Terlebih, kata dia, jaringan narkoba yang dibongkar Suyudi diduga memiliki afiliasi dengan jaringan narkoba internasional lintas negara.

“Berdasarkan fakta dan data, Provinsi Sumut berada di posisi teratas peredaran narkoba. Kami berharap, tertangkapnya jaringan internasional ini, angka peredaran narkoba di Sumut akan menurun. Masyarakat sangat resah dengan peredaran narkoba,” ujarnya kepada wartawan di Medan, Sumut, Senin (26/10/2026).

Baca juga : Laba Bank Mandiri Tembus 45,5 Triliun

Lebih lanjut, Dedi mengucapkan terima kasih atas kinerja petugas gabungan yang berhasil membongkar dan mengamankan sebanyak 1,16 ton bahan utama pembuatan narkoba jenis sabu-sabu di perairan Asahan, Tanjung Balai, serta pembongkaran pabrik narkoba yang mampu memproduksi 1,2 ton di Kabupaten Pidie, Aceh.

“Hal ini menandakan dimulainya babak baru upaya membumihanguskan peredaran narkoba di Indonesia di bawah Komando Jenderal Suyudi Ario Seto. Atas nama masyarakat Sumut, kami sampaikan apresiasi dan dukungan penuh,” cetusnya.

Dedi meyakini, langkah agresif kepolisian dalam pemberantasan narkoba, telah membuat jutaan wajah kaum ibu tersenyum dengan hati gembira. Sebab, ancaman narkotika terhadap putra-putri mereka akan semakin melemah, atau tidak seperti hari-hari sebelumnya.

Baca juga : Ringankan Beban Finansial, Permudah Akses Cari Loker

“Kami berharap, semangat bapak Kapolri beserta seluruh jajaran dalam pemberantasan narkoba, tidak pernah kendur. Kami akan mendukung penuh seluruh upaya yang dilakukan kepolisian, khususnya terkait peningkatan intensitas dalam perang melawan narkoba,” tandasnya.

Senada, Gubernur Sumut, Bobby Nasution menyesalkan masifnya peredaran narkoba di wilayahnya. Terlebih, sesal dia, Provinsi Sumut sudah lima tahun berturut-turut menempati peringkat satu penyalahgunaan narkoba di Tanah Air.

“Provinsi Sumatera Utara mempunyai tantangan yang lebih jauh, lebih besar dibanding daerah lain. Sebab, sudah 5 tahun berturut-turut, kami menjadi daerah dengan prestasi nomor satu soal penggunaan narkoba di tingkat nasional,” keluhnya.

Baca juga : Mourinho Pawang Barcelona

Politisi Partai Gerindra itu berharap, Sumut bisa bersih dan terbebas dari peredaran narkoba. “Kalau bisa turun dari peringkat satu, ke paling bontot. Kami berharap, seluruh narkoba yang ada di Indonesia hilang, agar Indonesia Emas 2045 bisa terwujud,” harapnya.

Diketahui, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menegaskan komitmen pihaknya dalam memberantas peredaran narkoba dan penyelundupan barang terlarang ke Indonesia. Hal itu ditunjukkan lewat dua pengungkapan besar yang dilakukan aparat gabungan dalam waktu berdekatan.

Pertama, aparat gabungan menyita 1,16 ton ketamin dari kapal tanker di perairan Tanjungbalai Asahan, dengan nilai barang bukti mencapai Rp 3,48 triliun. Operasi yang melibatkan Polri, BNN, Bea Cukai, dan TNI, berhasil mencegah potensi penyalahgunaan narkoba oleh 5,8 juta orang. [OSP]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.