Dark/Light Mode

Bahaya Pola Hidup Tidak Sehat: Diabetes Mengintai Sejak Muda

Kamis, 22 Oktober 2026 16:13 WIB
Ilustrasi mencegah diabetes usia dini (Gambar dibuat dengan AI)
Ilustrasi mencegah diabetes usia dini (Gambar dibuat dengan AI)

Diabetes selama ini sering dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang orang dewasa atau lanjut usia. Padahal, penyakit ini juga dapat mengintai kalangan remaja dan dewasa muda, terutama akibat perubahan pola hidup yang kurang sehat. Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, jarang berolahraga, kurang tidur, serta terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji menjadi bagian dari gaya hidup modern yang semakin sulit dihindari.

Di tengah kesibukan belajar, bekerja, dan aktivitas sehari-hari, banyak generasi muda yang kurang memperhatikan kondisi tubuhnya. Mereka lebih memilih makanan praktis dan menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar tanpa melakukan aktivitas fisik yang cukup. Jika kebiasaan tersebut berlangsung terus-menerus, risiko mengalami berbagai penyakit tidak menular, termasuk diabetes tipe 2, dapat meningkat.

Menurut World Health Organization (WHO, 2024), diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak menghasilkan insulin yang cukup atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Insulin merupakan hormon yang membantu glukosa dalam darah masuk ke dalam sel untuk menghasilkan energi. Ketika proses tersebut terganggu, kadar gula dalam darah dapat meningkat.

Baca juga : Manfaat Rutin Olahraga bagi Kesehatan Mental dan Emosional

Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling umum dan berkaitan dengan berbagai faktor risiko, seperti kelebihan berat badan, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, serta faktor genetik. WHO juga menjelaskan bahwa diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk penyakit jantung, gangguan ginjal, kerusakan saraf, dan gangguan penglihatan. Hal ini menunjukkan bahwa diabetes bukan sekadar masalah kadar gula darah, tetapi dapat berdampak pada berbagai organ tubuh.

Masalahnya, kesadaran generasi muda terhadap bahaya diabetes masih perlu ditingkatkan. Banyak orang merasa dirinya sehat karena belum mengalami keluhan tertentu. Padahal, diabetes tipe 2 dapat berkembang secara perlahan dan gejalanya terkadang tidak disadari selama bertahun-tahun.

WHO (2024) menyebutkan beberapa gejala diabetes yang perlu diperhatikan, seperti sering merasa haus, sering buang air kecil, mudah lelah, penglihatan kabur, serta penurunan berat badan yang tidak disengaja. Kebiasaan mengonsumsi minuman manis, makanan tinggi kalori, dan kurang bergerak juga perlu menjadi perhatian. Oleh karena itu, generasi muda perlu memahami bahwa menjaga kesehatan tidak seharusnya dilakukan setelah penyakit muncul, tetapi dimulai sejak sekarang melalui kebiasaan hidup yang lebih sehat.

Baca juga : Cara Mengatasi Alergi Musiman Dan Gejala yang Muncul

Pencegahan diabetes dapat dimulai dari perubahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah menerapkan pola makan bergizi seimbang dengan memperbanyak sayur, buah, dan sumber makanan bergizi serta membatasi konsumsi gula berlebih. Aktivitas fisik juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh.

Berdasarkan WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour (WHO, 2020), orang dewasa dianjurkan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150–300 menit per minggu, atau aktivitas fisik intensitas tinggi selama 75–150 menit per minggu. Aktivitas tersebut tidak harus selalu dilakukan melalui olahraga berat. Berjalan kaki, bersepeda, membersihkan rumah, atau melakukan aktivitas fisik lainnya juga dapat menjadi bagian dari gaya hidup aktif. Bagi mahasiswa, kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki menuju kelas, menggunakan tangga, mengurangi waktu duduk, dan memilih air putih daripada minuman manis dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan.

Diabetes bukan hanya persoalan individu, tetapi juga menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian bersama. Pencegahan dapat dimulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, hingga masyarakat dengan menciptakan lingkungan yang mendukung pola hidup sehat. Kampus, misalnya, dapat berperan melalui edukasi kesehatan, penyediaan pilihan makanan yang lebih sehat, serta kegiatan olahraga bagi mahasiswa. Generasi muda juga perlu menyadari bahwa kesehatan merupakan investas.

Baca juga : Air Bersih, Hidup Sehat: Tantangan Akses Air Bersih bagi Masyarakat

Artikel ini ditulis oleh Mohd Aliffeazdmi, Luthfiah Mawar M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Namira, Latan Sabilla Lubis, Peggi Aulia, Nabila Atika Rahma, Sri Rahma, Salsabilla Siregar, Aninda Alistya, Sitti Fhadilah Pasaribu dari IKM 8 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.

IKM 8 UINSU Stambuk 2026b
IKM 8 UINSU Stambuk 2026b
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.