BREAKING NEWS
 

Serangan Siber Sasar Supermarket di Eropa, Ganggu Rantai Pasokan Pangan

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 3 November 2026 11:12 WIB
Papan pengumuman bertuliskan ”Semua lemari es kami rusak akibat serangan siber” dipajang di toko jaringan ICA di Stockholm, Swedia, Senin (2/11/2026). (Foto Reuters/Marie Mannes)

RM.id  Rakyat Merdeka - Serangan siber menyasar sistem pendingin ratusan supermarket di Eropa, sehingga sejumlah toko terpaksa membuang makanan yang tersimpan. Insiden serupa serangan di Prancis bulan lalu itu menganggu ketersediaan pangan. 

Peretasan (hacking) terhadap jaringan supermarket itu menyebar dari Belgia hingga Swedia, Senin (2/11/2026). Serangan tersebut menyebabkan suhu di unit lemari pendingin dan freezer meningkat di puluhan toko. 

Kelompok supermarket Ahold Delhaize (AD.AS) dan Colruyt (COLR.BR) di Belgia dan Luksemburg menjadi sasaran. Begitu pula jaringan supermarket Swedia, ICA dan Coop.

IKEA, perusahaan ritel yang menjual berbagai produk mulai dari furnitur hingga bakso, juga melaporkan setidaknya satu gerainya terdampak.

Seorang karyawan sedang membersihkan lemari pendingin yang kosong di supermarket SuperValu, jaringan supermarket terbesar ketiga di Irlandia. SuperValu mengatakan,  sistem pendingin di 13 dari 223 gerainya telah terdampak insiden siber, sehingga produk-produk yang didinginkan dan dibekukan ditarik dari peredaran di Dublin, Irlandia, pada 2 November 2026. (Foto Reuters/Stringer)

Di Swedia, seluruh lemari pembeku sebuah supermarket di jejaring ICA mencapai suhu 50 derajat celsius. Serangan terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat, tetapi baru diketahui beberapa jam kemudian.

Baca juga : Hitung Ulang di Eropa

”Semuanya rusak," ujar Engla Ingwall, manajer penjualan di salah satu gerai waralaba ICA di Stockholm, kepada Reuters saat mengunjungi toko tersebut, Senin.

Insiden terbaru ini terjadi menyusul serangan di Prancis bulan. Kepolisian menyatakan bahwa para peretas mengambil alih kendali unit pendingin di ratusan supermarket, yang mengakibatkan kebakaran dan kerugian pangan. 

Gangguan pendingin pada Senin (2/11/2026), dilaporkan terjadi serempak di sembilan negara, yakni Belgia, Estonia, Finlandia, Irlandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Portugal, dan Swedia.

Adsense

"Ini merupakan upaya yang disengaja untuk mengganggu rantai pasokan pangan kita dan merusak kepercayaan konsumen. Peristiwa ini harus kita tanggapi serius," tandas Komisaris Uni Eropa bidang Pertanian, Christophe Hansen.

 "Terulangnya serangan siber ini sangat memprihatinkan," imbuhnya.

Baca juga : Bagaimana AI Melindungi Masyarakat dari Ancaman Siber?

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Insiden itu telah meningkatkan kekhawatiran di kalangan otoritas Eropa terkait bermacam ancaman terhadap infrastruktur di tengah meningkatnya ketegangan keamanan sejak invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.

Moskow telah berulang kali membantah keterlibatannya dalam aksi sabotase atau serangan hibrida (konflik modern yang menggabungkan perangsiber, sabotase, propaganda, tekanan ekonomi, dan cara-cara nonbmiliter lainnya untuk mengganggu negara lawan, bahkan tanpa menyatakan perang secara resmi).

"Belum diketahui siapa yang berada di balik serangan ini, dan mungkin hal itu tidak akan pernah terungkap," kata Katrien Eggers, juru bicara Pusat Keamanan Siber Belgia. Ia prihatin dengan meningkatnya jumlah insiden, yang sebagian disebabkan oleh kecerdasan buatan (AI).

Mulai dari lemari es dan sistem pemanas hingga kamera keamanan dan alarm, semakin banyak perangkat yang dulunya sebagian besar bersifat mekanis kini dapat dipantau dan dikendalikan dari jarak jauh. Tentunya membuka peluang baru bagi para penjahat siber.

"Semua sistem teknologi informasi berpotensi memiliki kerentanan dan AI kini dapat digunakan untuk mengeksploitasi kelemahan itu, terutama oleh pelaku yang memiliki kemampuan canggih,” katanya.

Baca juga : Perkuat Pasokan & Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru

Setidaknya beberapa unit lemari es yang terkena dampak pada Senin menggunakan teknologi pengatur suhu dari perusahaan Denmark, Danfoss, yang juga menjadi sasaran dalam serangan di Prancis. Perusahaan tersebut menyatakan telah bekerja sama dengan para pelanggan untuk menerapkan langkah-langkah perbaikan.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense