Dark/Light Mode

Hadirkan Stabilitas Ekonomi

UE-China Negosiasi Dagang, Batasi Ekspor Mobil Listrik

Kamis, 15 Oktober 2026 06:10 WIB
Wakil Perdana Menteri China He Lifeng (kanan) bersama Penasihat Diplomatik Prancis Emmanuel Bonne di Beijing, Rabu (14/10/2026). Foto: Courtesy Xinhua Photo
Wakil Perdana Menteri China He Lifeng (kanan) bersama Penasihat Diplomatik Prancis Emmanuel Bonne di Beijing, Rabu (14/10/2026). Foto: Courtesy Xinhua Photo

RM.id  Rakyat Merdeka - China menyatakan kesediaannya bekerja sama dengan Uni Eropa (UE) untuk menghadirkan lebih banyak stabilitas dan energi positif dalam hubungan ekonomi dan perdagangan.

Hal itu disampaikan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng kepada Diplomat Prancis Emmanuel Bonne di Beijing, Rabu (14/10/2026).

Kunjungan Bonne ke Beijing adalah tindak lanjut dari pertemuan Komisioner Perdagangan UE Maros Sefcovic dengan Menteri Perdagangan China Wang Wentao di Beijing pada 7-8 Oktober 2026.

Dalam kunjungannya pekan lalu, Sefcovic mengatakan, kesepahaman itu mencakup penurunan tarif untuk beberapa barang Eropa ke China, serta langkah-langkah untuk menstabilkan rantai pasokan logam tanah jarang.

Sefcovic juga mengatakan, kesepakatan itu dapat memangkas hingga 50 persen impor kendaraan listrik (Electrical Vehicle/EV) dan plug-in hybrid China ke UE.

Kesepakatan itu akan membutuhkan persetujuan dari para pemimpin di seluruh 27 negara Uni Eropa.

Baca juga : Prabowo Terus Pelototi Karhutla

“Kami sudah mencapai kesepakatan untuk membatasi mobil listrik dan hibrida menuju Uni Eropa. Kesepakatan ini membuka prospek pengurangan ekspor China hingga lebih dari separuh,” jelas Sefcovic dikutip Euronews, Selasa (13/10/2026).

Sefcovic mengemukakan bahwa kesepakatan tersebut juga meningkatkan ekspor produk dan komoditas UE menuju pasar China yang diproyeksikan meminimalisir biaya sebesar 225 juta euro.

Produk dan komoditas yang menjadi fokus ekspor UE adalah suku cadang dan komponen mobil, sepatu, es krim, hingga minyak zaitun, yang berkontribusi sebesar 4 miliar euro dalam ekspor Uni Eropa.

Selain itu, Sefcovic menyampaikan bahwa China menyetujui untuk mengekspor logam tanah jarang, yang bersifat krusial terhadap industri teknologi hijau, pertahanan dan otomotif Eropa.

“Kami sudah mencapai kesepakatan untuk memfasilitasi ekspor logam tanah jarang dan magnet permanen China secara lebih lanjut,” klaim Sefcovic.

Selain perdagangan kendaraan, kedua pihak sepakat melanjutkan pembahasan mengenai akses pasar dan kemungkinan penurunan tarif untuk sejumlah produk dalam kerangka Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).

Baca juga : Listrik Mati, Air Tak Ada, Udara Sesak

China juga menyatakan kesediaannya melanjutkan fasilitasi perizinan ekspor logam tanah jarang dan magnet permanen ke Eropa.

Sementara, pembahasan mengenai komitmen harga dan peninjauan dalam penyelidikan subsidi kendaraan listrik buatan China di UE akan tetap berlanjut.

UE dan China dijadwalkan menggelar konferensi video tingkat menteri pada Januari 2027 sebelum melanjutkan pertemuan konsultasi pada Maret 2027.

Menurut laporan Politico, Rabu (14/10/2026), kesepakatan UE dengan China juga mencakup kemudahan akses UE untuk memasarkan alat medis, daging dan ternak di pasar China.

Sebelumnya, UE mencatatkan defisit perdagangan sebanyak 1 miliar euro per hari, seiring dengan kenaikan impor produk dan komoditas China yang mengancam industri Eropa.

UE juga mendapatkan tekanan dari Jerman dan Prancis sebelum berkunjung menuju China mengenai defisit neraca perdagangan yang mencapai 360 miliar euro per 2025.

Baca juga : Dunia Terancam Krisis Energi

Jerman dan Prancis mengajukan dua proposal kebijakan karena kebijakan perdagangan yang diberlakukan UE sekarang tidak dapat meregulasi defisit perdagangan dan disrupsi pasar Eropa.

Proposal kebijakan yang diajukan Jerman dan Prancis mencakup diversifikasi impor Eropa dan pengecualian negara-negara tertentu untuk mengakses pasar Eropa.

Sementara, China memerlukan akses pasar Eropa yang berjumlah 450 juta konsumen untuk memasarkan produk dan komoditas, yang menghadirkan surplus pemasukan dari jumlah produksi. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Kamis, 15 Oktober 2026 dengan judul "Hadirkan Stabilitas Ekonomi UE-China Negosiasi Dagang, Batasi Ekspor Mobil Listrik"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.