Sebelumnya
Sebagai contoh, pada berbagai strata pemerintah telah menerapkan Peta Jalan Ekonomi Sirkular Nasional 2020-2024, serta Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah 2017-2025, dimana pada tahun 2025, tingkat produksi sampah dapat berkurang 30 persen, dan 70 persen sisanya telah dapat dikelola secara sistematis.
Selain itu, Indonesia juga telah menerapkan praktik ekonomi sirkular, sesuai dengan koridor peraturan perundangan melalui Program Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan Nasional 2020-2030.
Dalam bidang ini, berbagai kemajuan nyata juga telah dicapai, seperti terbangunnya platform online untuk memfasilitasi kerjasama multi-stakeholder dengan lebih dari 20 lembaga mitra, serta memimpin pengembangan Kerangka Program Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan ASEAN dengan dukungan UNEP Regional Asia Pasifik.
Baca juga : Bersama Presiden, Menteri Siti Tanam Mangrove Di Riau
Berbagai capaian tersebut merupakani hasil kerja yang penting dalam integrasi yang harmoni antara perlindungan dan pengelolaan sumberdaya produktif bagi kemajuan negara.
Menteri Siti juga menegaskan langkah-langkah kolaboratif lembaga, masyarakat dan dunia usaha, nasional dan global dengan spirit yang dipercaya Indonesia sebagaimana penegasan Presiden Jokowi yakni “ recover together, recover stronger”.
Partisipasi aktif KLHK dalam kegiatan ini sangat menopang keberhasilan agenda Presidensi Indonesia pada G20 tahun 2022, yang akan berlangsung sejak 1 Desember 2021 hingga KTT pada kuartal keempat tahun 2022.
Baca juga : Menteri ESDM: Ayo, Genjot!
Delegasi negara-negara G20 menyambut baik Presidensi Indonesia dalam pengembangan lebih lanjut Roadmap Efisiensi Sumber Daya Global 2021–2023, yang menyangkut aspek-aspek:
(1) Melanjutkan berbagi pengalaman tentang aksi dan praktek-praktek (good practices). (2) Memperkuat dan mengarusutamakan kebijakan efisiensi sumber daya, (3).Meningkatkan standar/pengukuran efisiensi sumber daya dan ekonomi sirkuler. (4) Mendorong inovasi dan menciptakan peluang.
(5) Mendorong pelibatan berbagai pemangku kepentingan.(6) Kerjasama dan kolaborasi dengan inisiatif-inisiatif di tingkat internasional, (7) Bekerja dengan kerangka kerja implementasi G20 untuk aksi penanganan sampah laut (plastik).
Baca juga : Dekati Jepang, Menteri BUMN Jajaki Kerja Sama Bisnis Strategis
Secara khusus Italia, Uni Eropa dan Jepang menegaskan dukungan atas hal-hal substansial dan teknis pada Pelaksanaan termasuk puncak kegiatan G20 Presidensi Indonesia. [SRI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.