Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - PPOK atau Penyakit Paru Obstruktif Kronik diidap oleh jutaan orang di dunia, termasuk di negara kita. Keluhan utamanya adalah sesak napas berkepanjangan, dapat disertai keluhan pernapasan lain seperti batuk, dan lain-lain.
Fungsi paru dan pernapasan pasien PPOK menjadi menurun, dan pada keadaan yang berat bahkan sangat menurun sehingga terus menerus sesak napas. Yang ironisnya, penyakit ini pada dasarnya adalah "irreversible", walaupun memang dapat dikontrol. Yang termasuk PPOK antaranya adalah Emfisema dan Bronkitis Kronik.
Baca juga : Empat Target Penuntasan TB
Tema Hari PPOK Sedunia "World COPD Day" 20 November hari ini adalah "Ketahui Fungsi Paru Anda", atau “Know Your Lung Function". Tema ini menekankan amat pentingnya kita semua (bukan hanya pasien PPOK) untuk mengetahui fungsi paru kita, dengan pemeriksaan yang namanya spirometri.
Pemeriksaan ini dapat memantau kemampuan paru dan pernapasan dari waktu ke waktu selama kehidupan, sesuatu yang patut menjadi perhatian. Dalam hal ini, kita mendengar bahwa Pemerintah akan memberikan check up gratis untuk semua warga bangsa. Saya amat menganjurkan bahwa spirometri merupakan bagian dari program check up gratis itu.
Baca juga : Tata Cara Rapat WHO Dan Aturan Pandemi
Kita tahu bahwa banyak hal yang dapat memengaruhi fungsi paru dan pernapasan. Ini antara lain meliputi polusi udara, asap rokok, dan kemungkinan infeksi saluran napas berulang, seperti ISPA dan lain-lain. Semua ini kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Pemeriksaan fungsi paru bukan hanya berguna untuk mengetahui kesehatan paru, tapi juga bermanfaat untuk memantau kesehatan kita secara keseluruhan. Dalam Hari PPOK Sedunia sekarang, ditegaskan kembali bahwa melakukan pemeriksaan fungsi paru secara berkala merupakan jalan penting untuk deteksi dini dan pengobatan segera berbagai penyakit paru dan pernapasan, termasuk PPOK. Kesehatan paru dan pernapasan merupakan bagian amat penting dalam mencapai derajat kesehatan di era Indonesia Emas 2045 mendatang.
Baca juga : Pembahasan Aturan Sehubungan Pandemi
Semoga spirometri menjadi bagian dan program check up gratis bangsa, bersama berbagai tes dan pemeriksaan yang diperlukan untuk kesehatan kita semua, warga bangsa tercinta.
Prof Tjandra Yoga Aditama
Dokter Spesialis Paru sejak 1987 (37 tahun lalu), Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI, Guru Besar FKUI, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.