Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Sehubungan dengan berita tentang anggur muscat yang tercemar pestisida, maka pada 28 Oktober 2024 Kementerian Kesehatan Malaysia langsung mengeluarkan pernyataan resmi bahwa berdasarkan kegiatan nyata di lapangan, tidak ada sampel anggur muscat yang berbahaya. Tidak ada yang mengandung residu pestisida melebihi "maximum residu limit - MRL" yang dianut di Malaysia.
Pernyataan cepat dari Kementerian Kesehatan Malaysia tentu menenangkan masyarakat negara itu. Data pendukungnya juga amat rinci.
Kementerian Kesehatan Malaysia menyebutkan bahwa secara rutin melakukan "food safety and quality programme", yang sepanjang 2020 sampai 2024 ini sudah memeriksa 5.561 sampel sayur dan buah impor yang masuk ke Malaysia, melalui pendekatan "hold, test and release".
Baca juga : 5 Aspek Kesehatan Jakarta Sehubungan Debat Gubernur 27 Oktober 2024 Malam Ini
Hal tersebut merupakan suatu rangkaian kegiatan keamanan pangan yang sangat baik untuk melindungi rakyat.
Sebagai penutup, Kementerian Kesehatan Malaysia menyampaikan bahwa mereka sangat menyadari kekhawatiran masyarakat Malaysia sehubungan dengan berita anggur muscat yang berbahaya akibat tercemar pestisida ini.
Baca juga : AIDP, Spesialisasi Dan Larangan Merokok "Two in One"
Kementerian Kesehatan Malaysia menyatakan secara kontinu akan memonitor pintu masuk negara dan juga pasar dalam negeri untuk menjamin terjaganya keamanan pangan (food security) bagi kesehatan bangsa Malaysia.
Seperti diketahui maka pada 24 Oktober Thailand melaporkan menemukan residu tinggi pestisida pada 23 dari 24 sampel anggur muscat yang mereka periksa dengan presentase yang sangat tinggi.
Hanya empat hari sesudah laporan dari Thailand itu, Kementerian Kesehatan Malaysia sudah mengeluarkan pernyataan tentang keamanan anggur di negaranya.
Kita tentu perlu waspada, dan mudah-mudahan tidak ada korban pada anak bangsa kita.
Prof Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.