Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Beberapa minggu terakhir ini di berbagai negara, termasuk Indonesia, Human Metapneumo Virus (HMPV) ramai diperbincangkan.
Akhirnya pada 7 Januari 2025, World Health Organization atau WHO mengeluarkan pernyataan resminya.
Memang pernyataan resmi ini tidak spesifik tentang China, dan juga tidak spesifik tentang HMPV. Yang dikeluarkan WHO secara resmi adalah dalam bentuk “Disease Outbreak News (DONs)” yang berjudul “Trends of acute respiratory infection, including human metapneumovirus, in the Northern Hemisphere”.
Dalam DONs ini disebutkan bahwa di banyak negara di belahan bumi utara telah terjadi peningkatan kasus infeksi pernapasan akut (“acute respiratory infections”), yang disebabkan oleh influenza musiman (“seasonal influenza”), penyakit akibat “respiratory syncytial virus (RSV)” dan virus lain, seperti human metapneumovirus (hMPV) dan juga mycoplasma pneumoniae.
Baca juga : Hampir Seperempat Abad Virus HMPV Dan Vaksin
WHO menyebutkan bahwa peningkatan kali ini memang di atas batas dasar (“above baseline levels”) dan ini merupakan kecenderungan berkala yang berulang di awal/akhir tahun di negara empat musim (“seasonal trends”).
Dalam publikasi resmi WHO ini juga ditulis tentang HMPV di China, yang disebutkan berdasarkan data sampai 29 Desember 2024, situasinya masih terkendali. WHO menyebutkan akan selalu memonitor perkembangan penyakit pernapasan di global, regional dan juga di negara-negara anggota WHO melalui sistem surveilans yang kolaboratif.
WHO memang secara rutin memasukkan penyakit-penyakit yang menjadi perhatian dunia ke dalam “Disease Outbreak News (DONs)”.
Maksudnya, agar jadi perhatian negara yang mengalaminya dan juga negara-negara lain untuk mewaspadainya.
Baca juga : Target dan Prioritas Kesehatan Dunia 2025
Dalam sebulan dapat saja beberapa kali dikeluarkan “Disease Outbreak News (DONs)” untuk berbagai penyakit di berbagai negara.
Tentu harapannya masalahnya dapat diatasi, dan kalau tidak dapat diatasi maka eskalasinya dapat naik menjadi status “Public Health Emergency of International Concern (PHEIC)” yang waktu saya masih bekerja di Kementerian Kesehatan sekitar 10 tahun yang lalu, kita gunakan istilah bahasa Indonesianya yaitu Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMMD).
Sejauh ini tidak sampai 10 penyakit di dunia yang sudah pernah dinyatakan dengan PHEIC. Yang terakhir adalah Mpox yang di kita dikenal sebagai Cacar Monyet.
Nah, kalau PHEIC atau KKMMD ini tidak juga dapat diatasi, maka barulah keluar pernyataan pandemi.
Baca juga : Peningkatan Kasus Infeksi Pernapasan Di China, Pelajaran Bagi Indonesia
Sebagai contoh, pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya di Wuhan (waktu itu namanya belum disebut Covid-19) dinyatakan sebagai “Disease Outbreak News (DONs)” pada 5 Januari 2020.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.