Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Perlu diketahui dan disadari bahwa batuk pada dasarnya adalah mekanisme pertahanan tubuh yang menunjukkan ada "gangguan" di paru dan saluran napas.
Adalah salah kalau ada yang menyebut "batuk biasa", semua batuk itu "luar biasa", orang yang sepenuhnya sehat tidaklah batuk.
Keluhan batuk, apalagi kalau kronik, menunjukkan ada masalah kesehatan di paru dan saluran napas kita, yang perlu diketahui penyebabnya dan ditangani dengan baik agar tidak menjadi masalah berkepanjangan atau kronik.
Batuk kronik adalah batuk yang terjadi lebih dari 8 minggu, batuk akut kalau terjadi sampai 3 minggu, sementara kalau batuknya antara 3 sampai 8 minggu disebut batuk sub akut.
Penyebutan batuk akut atau kronik adalah sesuai dengan lamanya keluhan atau gejala, bukan karena berat ringannya gejala.
Tentang bagaimana penanganan batuk kronik, maka itu bermula dari analisa mendalam tentang sebabnya dan berbagai pemeriksaan yang dilakukan dokter, serta pengobatan yang diperlukan.
Baca juga : Hampir Seperempat Abad Virus HMPV Dan Vaksin
Perlu diketahui bahwa sebagian besar batuk kronik dapat ditangani dengan menghindari faktor risiko seperti berhenti merokok, menghindari polusi udara, menghindari alergi tertentuntuk, dan lain-lain.
Prof Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)
Baca juga : Target dan Prioritas Kesehatan Dunia 2025
Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.