Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Perjalanan turun (tanazul) anak manusia berakhir di alam sensorian, alam raya, atau biasa disebut alam syahadah. Alam syahadah juga biasa disebut alam fana’ (hancur) karena pada akhirnya akan hancur atau kiamat. Setelah itu anak manusia akan kembali bertolak ke atas (taraqqi) menuju ke asal usul kejadiannya di langit.
Secara spiritual alam langit (al-sma’) menjadi simbol keagungan, kesucian, dan lebih abstrak. Sedangkan bumi (al-ardh) menjadi simbol kerendahan, kotor, dan kongkrit.
Baca juga : Mengenal Alam Barzakh
Alam syahadah ialah alam raya yang secara visual sepenuhnya dapat diindera dengan panca indera, seperti mineral, tanah, batu, air, gunung.
Alam syahadah mutlak ini biasa disebut benda mati, meskipun dalam perspektif Islam tidak dikenal adanya istilah benda mati, karena semua makhluk, termasuk alam syahadah mutlak juga bertasbih kepada Allah SWT, sebagaimana dalam firman-Nya: Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun (QS Al-Isra’/ 17:44).
Baca juga : Turun Ke Tahap Keempat (Alam Malakut)
Alam syahadah merupakan struktur makhluk paling sederhana dan simpel di bandingkan dengan makhluk Tuhan lainnya. Mereka memiliki zat yang dapat diindera dan relatif tidak berubah. Mereka memiliki eksistensi yang permanen.
Berbeda dengan makhluk lainnya seperti tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia, yang kemudian disebut alam syahadah gairu muthlaq dan karena itu disebut sering disebut makhluk hidup (bilogi).
Baca juga : Turun Ke Tahap Ketiga (Alam Jabarut)
Meskipun alam syahadah memiliki wujud paling standar namun mereka juga bisa bereksistensi menjadi sesuatu yang lebih tinggi dari martabat awalnya jika mengalami proses. Perhatikan logam kasar dengan nilai dan harga lebih rendah bisa melonjak nilai dan harganya, jika diproses penjadi logam mulia (emas 24 karat). Apa lagi jika sudah diproses menjadi kalung. Mineral atau bebatuan yang tidak punya nilai dan harga tiba-tiba melonjak nilai dan harganya setelah diproses menjadi intan berlian, apalagi jika sudah diproses menjadi permata.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.