Dark/Light Mode

Haji, Napak Tilas Drama Kosmos (6)

Babak Awal Drama Kosmos (Bagian 2)

Rabu, 21 Mei 2025 05:54 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Drama kejatuhan Adam dan Hawa dari langit kebahagiaan ke bumi penderitaan dikisahkan dalam banyak kitab suci. Al-Qur'an sendiri mengisahkannya di dalam empat surah yang berbeda. Di antaranya ialah selama di dalam surga, Adam dan Hawa hidup di dalam kemewahan. Semua bisa dinikmati kecuali satu, yaitu mendekati pohon keabadian (khuldi). "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang lalim" (QS Al-A’raf/7:19).

Baca juga : Babak Awal Drama Kosmos (Bagian 1)

Ketenangan Adam dan Hawa terus-menerus mendapatkan godaan dari Iblis dengan berbagai dalih. Antara lain dalih itu ialah, Adam dan Hawa dilarang memakan buah pohon keabadian itu karena jika engkau memakannya maka engkau akan hidup abadi di surga, padahal Allah SWT bermaksud memindahkanmu di bumi penderitaan. Disebut pohon keabadian (khuldi) karena jika dimakan buahnya maka akan abadi di dalam surga. Adam dan Hawa dilarang Tuhan memakannya karena Tuhan punya program untuk mengeluarkan Adam dan Hawa dari surga ke sebuah tempat yang menyengsarakan dan penuh tantangan.

Baca juga : Penciptaan Kosmos (Bagian 3) Perspektif Sufisme

Sebagian ulama tafsir mengatakan ayat di atas sebagai ayat metaforis. Yang sesungguhnya dilarang itu ialah berhubungan sebagaimana layaknya suami istri yang kemudian melahirkan keturunan. Ini bisa dipahami dari ayat berikutnya: “Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan setan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)" (QS Al-A’raf/7:20).

Baca juga : Penciptaan Kosmos (Bagian 1) - Perspektif Saintis

Setelah keduanya melakukan pelanggaran, maka reaksi pertama yang mereka sadari ialah: “Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" (QS Al-A’raf/7:22)
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.