Dark/Light Mode
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Semula Allah ‘Azza wa Jalla sendiri tanpa siapa pun dan apa pun yang membersamain-Nya. Dalam Hadis Qudsi dikatakan: “Aku pada mulanya gudang tersembunyi, melalui Nama-nama-Ku.”
Nama-nama itu kemudian dikenal sebagai nama-nama Indah (al-Asma’ al-Husna). Dari nama-nama tersebut termanifestasi wujud-wujud dalam berbagai tingkatan. Wujud-wujud itu kemudian diperkenalkan oleh Ibn ‘Arabi dengan konsep lima keberadaan (al-hadharat al-khamsah).
Kelima keberadaan itu ialah 1) Keberadaan Zat Yang Maha Esa dan Maha Mutlak (al-Ahadiyya); 2) Keberadaan Nama-nama-Nya (al-Wahidiyyah yang biasa juga disebut dengan Entitas-entitas Abadi (al-A’yan al-Tsabitah), Manifestasi Pertama (al-Ta’ayyun al-Awwal), Cahaya Muhammad (Nur Muhammad); 3) Alam Ruh atau Alam Jabarut (al-’Alam al-Jabarut); 4) Alam Malaikat (al-’Alam al-Malakut); 5) Alam Sensorial (al-’Alam al-Syahadah atau al-‘Alam al-Mulk). Penjelasan entitas lima wujud ini akan dibahas di dalam topik tersendiri.
Hubungan antara keberadaan awal dan keberadaan terakhir (alam syahadah) melalui proses khusus (al-ta’ayyun al-khash). Keberadaan substansi yang pertama sampai terakhir menjadi ontologi teologi yang ramai dibahas oleh para teolog, filosof dan sufi.
Baca juga : Belajar Dari Kucing Dan Anjing
Yang akan dibahas di dalam topik artikel ini hanya salah satu dimensi kecil, yakni keberadaan manusia sebagai representatif (khalifah) Tuhan yang dilukiskan sebagai ‘ciptaan paling sempurna’ (ahsan taqwim) (QS At-Tin/95:4).
Keberadaan manusia memang menarik untuk dikaji, bukan saja karena substansinya yang diciptakan langsung (hand made) Allah SWT dengan “kedua tangan-Nya” (khaalaqtu bi yadayy) (QS Shad/38:75), melainkan juga karena mengalami drama yang sangat menakjubkan, yang di dalam artikel ini penulis sebut ‘Drama Kosmos’. Disebut demikian karena siklus penciptaan dan pengembaraan hidupnya sangat dramatikal. Jika ada sutradara yang akan memfilmkan pasti menjadi sebuah film yang amat menarik. Sutradaranya tidak lain adalah Tuhan, para pemain utamanya nenek moyang manusia, Adam dan Hawa, pemeran pembantunya malaikat dan iblis, dan lokasi dramanya di semua jenjang keberadaan (al-hadharat al-khamsah).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.