Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Perjalanan atau pendakian spiritual mempunyai beberapa tingkatan. Menurut Ibnu ‘Arabi tingkatan-tingkatan tersebut ada tiga, yaitu:
1) perjalanan menuju Tuhan dari stasiun jiwa kepada maqam puncak pencapaian kalbu (al-sair ila Allah min manazil al-nafs ila nihayah maqam al-qalb). Perjalanan ini biasa juga disebut puncak manifestasi nama-nama (nihayah min al-tajalliyat al-asmaiyyah)
2) Pendakian menuju inti penyatuan dan keberadaan ahdiyyah (al-taraqqi ila ‘ain al-jam’ wa al-hadhrah al-Ahadiyyah)
Baca juga : Transformasi Wujud Spiritual Manusia (Bagian 2)
3) Perjalanan dengan Allah dari Allah untuk mencapai kesempurnaa (al-sair bi Allah ‘an Allah li al-takmil).
Berbeda dengan dengan pendapat Syekh Kamaluddin ‘Abd al-Razzaq yang lebih popular dengan nama al-Qasani yang membagi perjalanan spiritual ke dalam empat tingkatan, yaitu:
1) Perjalanan menuju Allah (al-saer ila Allah)
Baca juga : Transformasi Wujud Spiritual Manusia (Bagian 1)
2) Perjalanan di dalam Allah (al-sair ila Allah)
3) Perjalanan dengan Allah di dalam Allah (al-saer bi Allah fi Allah) untuk menggapai kesempunaan.
Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu (QS al- Hijr/ 15:21).
Baca juga : Peristiwa Tanazul dan Taraqqi
Di dalam bahasa Al-Qur’an, sesuatu yag bersifat ciptaan awal (the first creation) biasanya diungkapkan menggunakan kata khalaqa, sedangkan untuk ciptaan kedua (the second creations) atau kejadian yang berkelanjutan (cintinum creations) diungkapkan dalam kata ja’ala. Jadi ada makhluq dan ada maj’ul.
Sang Khaliq atau Ja’il sering disebut dengan Al-Haq, sementara makhluk dan maj’ul yaitu alam semesta termasuk manusia disebut al-khalq. Antara Al- Haq dan al-Khalq sesuatu yang berbeda tetapi tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Inilah yang diungkapkan dalam syair Jalaluddin Rumi: “Jika engkau bicara soal ketakterbandingan, engkau telah membatasi. Jika engkau berbicara soal keserupaan engkau juga membatasi. Jika engkau membicarakan keduanya itu yang tepat dan engkau bakal mencapai ma’rifat.”
Maqam Wahidiyyah sering disebut maqam antara (barzakh) karena posisinya berada di antara Al-Haq dan al-khalq. Akan tetapi barzakh di sini tidak sama dengan Alam Barzakh atau Alam Mitsal sebagaimana disebutkan dalam artikel terdahulu, karena Alam Barzakh masih makhluk sedangkan Maqam Barzakh Wahidiyyah belum termasuk makhluk.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.