Dark/Light Mode

Haji, Napak Tilas Drama Kosmos (14)

Peristiwa Tanazul dan Taraqqi

Jumat, 30 Mei 2025 06:12 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah Adam diciptakan, lalu disusul dengan penciptaan Hawa. Kemudian keduanya mendapatkan ujian berat melalui provokasi iblis. Maka keduanya mengalami peristiwa kosmos yang sangat monumental, yaitu jatuhnya Adam dan Hawa dari langit kebahagiaan ke bumi penderitaan.

Pada akhirnya, Adam dan Hawa bersama anak-cucunya berusaha kembali ke tempat kejadiannya semula di langit. Inilah yang dalam tulisan ini disebut peristiwa Tanazul dan Taraqqi. Peristiwa ini bisa dilihat sebagai sebab dan bisa juga dilihat sebagai akibat.

Tanazul sebagai sebab, seperti dijelaskan di dalam artikel terdahulu, yaitu perjalanan atau pergerakan dari atas ke bawah (al-qaus al-tanzil), ketika Tuhan akan melihat diri-Nya, maka Ia memanifestasikan diri-Nya ke dalam wujud lain, yang kemudian disebut dengan tajalli atau umum disebut sebagai makhluk. Ia memanifestasikan diri-Nya dari wujud eksistensi 'Ilmiyyah (al-Hadharat al-’Ilmiyyyah), ke dalam lingkaran Wahidiyah yang di situ sudah terlihat nama-nama dan sifat-sifat-Nya.

Baca juga : Titik Balik Perjalanan Spiritual Manusia

Dari level Wahidiyyah terus mengalir wujud lain yang kemudian disebut 'entitas luar' (al-a'yan al-kharijiyyah/external identity) yang kemudian disebut alam atau makhluk (al-hadharat al-’ainiyyah).

Tanazul sebagai akibat ialah penghambaan diri secara total (ta'abbud) kepada Allah SWT, menyebabkan tanazul-nya pertolongan (isti'anah) Allah SWT. Ketika pertolongan (isti'anah) Tuhan turun (tanazul) kepada hamba-Nya maka pada saat itu sang hamba naik ke atas (taraqqi) kembali ke hadirat-Nya.

Taraqqi sebagai sebab ialah arus balik perjalanan dan pergerakan sentrifugal ke sentripetal, yaitu sebuah perjalanan spiritual insan kamil dari bawah (al-'alam al-sufla) ke alam atas (al-'alam al-'ulya), yaitu ke alam yang lebih dekat dari titik sentral yang biasa disebut dengan Ahadiyah dan atau Ahadiyah, atau dari al-hadharat al-’ainiyyah ke al-Hadharat al-’Ilmiyyyah, sebagaimana diisyaratkan dalam ayat: Inna lillahi wa Inna ilaihi raji'un (Kita semua dari Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya/QS Al-Baqarah/2:156).

Baca juga : Turun Ke Alam Sensorial (Alam Syahadah)

Dalam ayat lain juga dijelaskan: "Maka jadilah dia dekat dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya apa yang telah Allah wahyukan (QS Al-Najm/53:9-10).

Taraqqi sebagai akibat merupakan buah dari sebuah usaha keras (mujahadah) yang dilakukan seseorang mengakibatkan dirinya melejit ke atas (taraqqi).

Taraqqi hanya bisa terjadi jika ada isti'anah, dan isti'anah bisa terjadi jika ada ta'abbud. Dengan kata lain, ta'abbud merupakan pangkal segala-galanya jika seorang akan kembali ke hadirat-Nya. Itulah sebabnya, di dalam surah al-Fatihah disebutkan: Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in (Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya Engkau pula yang kami memohonkan pertolongan).

Baca juga : Mengenal Alam Barzakh

Ayat ini menegaskan penyebutan ta'abbud didahulukan dan isti'aanah disusulkan. Ini menjadi isyarat buat kita bahwa ta'abbud harus mendahului isti'anah, upaya penyembahan dulu baru pertolongan dari Allah SWT.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.