BREAKING NEWS
 

Tahun Baru Islam 1447 H: Hakikat Sebuah Perubahan

Sabtu, 28 Juni 2025 08:20 WIB
Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin, S. Ag., M.Si

 Sebelumnya 
Sebagai Guru Besar Moderasi Beragama di Busan University of Foreign Studies (BUFS), saya berinteraksi dengan mahasiswa dan cendekiawan dari berbagai bangsa dan agama. Dari dialog-dialog itu, saya belajar bahwa dunia menaruh harapan besar pada Islam Indonesia. Harapan pada Islam yang tidak keras kepala, tetapi teguh pada pendirian. Islam yang tidak alergi pada perbedaan, tetapi tumbuh subur di tengah kemajemukan, yang diciptakan oleh Allah SWT.

Islam Indonesia adalah warisan sejarah sekaligus tugas masa depan. Kita diwarisi oleh semangat para ulama, seperti Gus Dur, yang memadukan iman dan kemanusiaan, ketegasan prinsip dan kelembutan sikap. Kita tidak boleh lelah meneruskan jejak itu—membawa moderasi sebagai jalan utama, bukan jalan alternatif.

Adsense

Dalam semangat hijrah, kita semua dituntut berpindah—bukan hanya secara fisik, tetapi juga mental, akhlak, dan spiritual. Dari zona nyaman menuju perjuangan. Dari kelalaian menuju kewaspadaan. Dan yang lebih mendalam: dari hidup serba duniawi menuju kesadaran akhirat.

Baca juga : Iran Dan Israel Saling Serang, Prabowo Prihatin

Karena sesungguhnya, "Setiap orang tahu akan dirinya dan setiap diri dapat melukiskan bagaimana keadaannya di akhirat dengan bukti dan gambaran yang dia lakukan selama ada di bumi."

Kita tidak butuh ramalan tentang akhir hidup kita. Cukup lihat cara kita hidup hari ini—di situlah potret masa depan akhirat kita tercermin. Setiap langkah, setiap kata, setiap pilihan, akan menjadi saksi. Maka marilah kita perbanyak amal yang jujur, kerja yang ikhlas, dan sikap yang meneduhkan.

Karena itu "Sempurnakan urusan akhiratmu dengan Allah SWT, segala kebutuhanmu di dunia akan DIA sempurnakan."

Baca juga : Skuad Maung Bandung Diliburkan Sebulan Penuh

Itulah janji yang tak pernah meleset. Barang siapa menata akhiratnya, Allah sendiri yang akan menata dunia untuknya. Sebaliknya, siapa yang sibuk dengan dunia tanpa memikirkan akhirat, maka dunia itu akan lepas dan akhirat pun menjauh.

Tahun Baru Islam 1447 H adalah kesempatan. Jangan sekadar disambut dengan ucapan, tetapi dengan keputusan. Keputusan untuk hidup lebih jujur. Untuk lebih berani menolak keburukan. Untuk lebih lembut pada sesama. Dan untuk lebih tulus kepada Allah.

Semoga tahun ini membawa kita kepada kejernihan niat, kemantapan langkah, dan Indonesia yang semakin sejuk dalam keragaman, kuat dalam iman, dan bersatu dalam cita-cita luhur.

Baca juga : Pemkot Tangerang Raih Juara 1 Tingkat Nasional Penerapan SPM

Prof. Dr. H. Ali Mochtar Ngabalin, M.Si
Ketua Umum Pengurus Pusat Badan Koordinasi Mubaligh Se-Indonesia (PP. BAKOMUBIN)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense